• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Warga Keluhkan LPG 3 Kg Mahal, Gubernur : Kami Akan Atur Melalui Bumdes

4 February
11:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sintang: Mahal dan langkanya  Gas elpiji 3 Kilogram (kg) di Sintang terus dikeluhkan warga Sintang dan warga perbatasan Malaysia.

Hingga saat ini belum ada upaya apapun yang dilakukan dinas terkait untuk mengatasi masalah ini.

Anggota DPRD Provinsi  Kalimantan barat Kadri meminta pihak terkait melakukan tindakan cepat karena gas 3 kg ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

“ Gas elpiji 3 Kg harganya dapat mencapai 40 ribu pertabung ini sangat luar biasa,” katanya, Senin (04/02/2019).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengatakan, ada tengkulak bermain dengan barang bersubsidi ini, ditambah lemahnya pengawasan yang dilakukan pemerintah, sebab tidak mungkin kwota gas elpiji ini kurang kalau tidak ada permainan. 

“Dimungkingkinkan bisa saja masyarakat yang tidak layak mendapatkan elpiji 3 kg ini di gunakan juga oleh mereka,” Katanya.

 “Kita berharap Pertamina dapat mengambil langkah secepatnya, apalagi gas  3 kg ini kebutuhan masyarakat yang penggunaanya cukup tinggi, kasihan masyarakat, ini terjadi di kota, bagaimana masyarakat yang di kampung- kampung perbatasan pasti mereka lebih sulit lagi,” Tambahnya.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyatakan distribusi gas elpiji 3 kg memang tidak merata, maka di perlukan peran aparatur desa turut mengaturnya.

“Kami minta dengan desa- desa di Kalbar membangun Bumdes ( Badan usaha milik desa –red) untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan gas 3 kg, sebab sangat mustahil elpiji kita kurang, karena ada 800 ribu tabung yang beredar setiap hari di masyarakat, dan ini perkiraanya dapat bertahan satu minggu,” katanya.

Gubernur juga meminta pihak pertamina untuk mengatur jaringan distribusi lpg 3 Kg kepada Bumdes, Bumdes harus memiliki data lengkap warganya yang berhak mendapatkan gas 3 Kg.

Warga perbatasan Badau kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat Indra mengatakan warga perbatasan menggunakan alternative gas dari Malaysia sebab kalau menunggu dari Pontianak atau Sintang cukup lama .

“ Kami gunakan gas petronas harganya lebih murah bila dibandingkan gas 3 kg dari Indonesia bisa mencapai 40 ribu rupiah pertabung, “ Keluhnya. (fik)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00