• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Harga LPG 3 Kg Melonjak, Pertamina Klaim Stok Cukup

7 December
17:06 2017
0 Votes (0)

KBRN, Sintang: Pemerintah belum dapat mengatasi melonjaknya harga gas LPG 3 Kilogram di Sintang, Gas Melon yang merupakan subsidi untuk masyarakat miskin ini di kota Sintang telah menyentuh harga Rp30.000 pertabung kondisi ini  di keluhkan warga Sintang.

Salah seorang Ibu rumah tangga di Kawasan Baning kota Sintang Yuli menyatakan ditingkat pengecer Gas 3 Kilogram di jual dengan harga bervariasi bahkan terjadi perbedaan antara siang dan malam, kalau siang hari di jual Rp 25 ribu tapi kalau sudah malam di jual seharga Rp30 ribu.

“ Sebagai konsumen kita tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini, mau tidak mau kita beli karena ini kebutuhan pokok, karena kalau malam kan sudah tidak punya pilihan, mau tidak mau ya kita beli, “ ujarnya.

Yuli menyatakan alasan penjual menetapkan harga mahal karena saat ini gas 3 kg sulit di dapat.

“Para pengecer mengatakan mereka membeli di pangkalan atau agen harganya sudah cukup mahal, “ Tambahnya.

Menanggapi kondisi ini Asisten Sales Refresentatif (SR) LPG  wilayah 6 Kalimantan barat Wawan membantah terjadi kelangkaan LPG 3 Kg di Sintang, menurutnya pasokan LPG di kalbar lancar.

Melonjaknya harga LPG 3 Kg di perkirakan akibat jumlah tabung pangkalan lebih sedikit daripada  tabung milik pengecer LPG sehingga para pengecer ini memborong gas di pangkalan, kondisi ini mengakibatkan LPG 3 Kg naik.

“Pertamina tidak dapat mengambil tindakan pada pengecer karena ini ranahnya disperindag kita hanya dapat menindak pangkalan saja,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah membahas kondisi ini dengan Disperidag Kabupaten Sintang namun belum membuahkan hasil.

“Kedepan harusnya ada tindakan tegas dari Disperindag terhadap para pengecer yang menjual Gas 3 Kg ini, tapi kalau ada pangkalan atau agen yang menjual gas bersubsidi ini diatas HET kita yang akan tegur mereka,” tandasnya ( Fik)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00