• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Kemiskinan Meningkat, Pemkab Sintang Luncurkan Program P2 Emas

18 October
12:56 2017
0 Votes (0)

KBRN, Sintang: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Henri Harahap mengatakan  angka kemiskinan di Kabupaten Sintang pada 3 tahun terakhir meningkat sebesar 0,7% atau 10,07% dari total penduduk di Kabupaten Sintang.

Menurutnya ini merupakan  persoalan sangat krusial dan perlu kerja keras untuk melakukan dan menurunkan angka kemiskinan serta bersama-sama mengupayakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Untuk mengatasi kondisi ini pemerintah Kabupaten Sintang menunjuk 7 Desa sebagai sasaran dan tujuan pelaksanaan Program Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat atau yang lebih dikenal P2-EMAS yakni Desa Pakak Kecamatan Kayan Hilir melalui budidaya tanaman cabe, Desa Solam Raya Kecamatan Sungai Tebelian fokus budidaya perikanan, Desa Binjai Kecamatan Binjai Hulu melalui peternakan sapi, Desa Mentajoi Kecamatan Serawai fokus kerajinan rotan, Desa Bekuan pada sektor  petani lada, Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai peningkatan tenun ikat khas Sintang, dan Desa Temawang Muntai Kecamatan Sepauk melalui budidaya tanaman holtikultura.

 “Upaya implementasi ini merupakan strategi dalam program P2-EMAS dan merupakan program rintisan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang dengan mengembangkan ekonomi kerakyatan berdasarkan potensi-potensi yang ada diwilayah kita, agar hasilnya yaitu kita dapat menampilkan produk unggulan yang ada di desa kita, sehingga akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam pengembangan potensi yang ada diwilayah kita”. Harapnya.

Ia berharap para pelaksana program P2-Emas ini yaitu Kepala Desa dan para pendamping agar dapat memberikan dukungan dan keberhasilan program P2-Emas ini.

Pelaksanaan Program Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat atau yang lebih dikenal P2-EMAS sosialisasinya dilaksanakan selama 3 hari, sejak selasa hingga Kamis 19 oktober 2017 (Fik).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00