• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Gas Melon Menghilang, Warga Perbatasan Memasak Menggunakan Kayu Api

7 September
15:39 2017
0 Votes (0)

KBRN, Sintang: Warga perbatasan kabupaten Sintang mengeluhkan menghilangnya gas 3 Kg di wilayah kecamatan ketungau hulu dan sekitarnya, kondisi ini terjadi sejak pertengahan agustus 2017 hingga saat ini.

Warga Senaning Ambrosius Murjani mengatakan menghilangnya gas 3 kg ini terkesan aneh sebab gas 5 kg dan 12 kg serta gas produk petronas tersedia namun gas 3 kg justru menghilang.

“ Padahal gas melon 3 kg ini cukup membantu masyarakat karena harganya terjangkau, kalau gas 5 kg kan harganya diatas Rp 70 ribu,” keluhnya kepada RRI, rabu (07/09/2017).

Murjani yang juga ketua informasi masyarakat perbatasan mengatakan gas merupakan kebutuhan rumah tangga yang cukup vital bagi warga perbatasan apalagi beredar isu pemerintah akan mengurangi subsidi gas 3 kg dan menggantinya dengan gas 5 kg.

 “ Kebutuhan vital untuk masyarakat harusnya benar- benar di tersedia bagi masyarakat perbatasan, jangan sampai hilang seperti ini, gas 3 kg masih di perlukan masyarakat jangan lah pemerintah menggantinya dengan 5 kg sebab ekonomi masyarakat saat ini sedang sulit, “ ungkapnya.

Murjani mengatakan paling tidak masyarakat masih dapat bernafas lega sebab gaji buruh sawit di perbatasan Rp 60 ribu perhari kalau menggunakan gas 5 Kg maka gaji seharian hanya untuk beli gas saja itupun masih kurang.

Selain langka gas 3 kg di perbatasan juga harganya saat ini mencapai Rp 30 ribu per tabung jumlah yang terbatas menyebabkan warga banyak yang beralih menggunakan kayu bakar untuk memasak. (fik)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00