• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Gaya Hidup

Bupati Sintang: 25 Persen Kelahiran Di Sintang Mengalami Stunting

2 August
08:46 2017
0 Votes (0)

KBRN, Sintang: Bupati Sintang Jarot winarno mengatakan kendati angka stunting di Sintang di bawah rata- rata nasional namun pihaknya terus melakukan pemantauan status gizi masyarakat melalui dinas kesehatan secara berkesinambungan.

“ Saat ini sesuai data satu di antara empat atau tiga kelahiran mengalami stunting,” Kata Jarot, rabu (02/08/2017)

Penyebab Stanting ini  cukup kompleks, diantaranya asupan gizi saat hamil kurang baik, tidak lakukan inisiasi menyusui dini, tidak dilakukan pemberian ASI ekslusif, tidak dilakukan pemberian makanan pendamping asi yang baik.

“Survey menunjukkan dengan melakukan Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Eklusif akan menurunkan 33% angka kematian bayi dibawah umur satu tahun,” Jelas Bupati Sintang yang juga berprofesi sebagai seorang dokter.

 Hal ini menentukan kualitas hidup masyarakat suatu daerah. Pemerintah akan mewajibkan intitusi dan instansi yang ada di Sintang untuk menyediakan pojok laktasi agar program pemberian ASI Ekslusif dapat tercapai.

 Program ini kata Jarot harus dilakukan  berkelanjutan, Mulai dari remaja ada konseling reproduksi yang baik. Ketika hamil lakukanlah antanatal care atau pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali selama hamil.

Melahirkan di fasilitas kesehatan atau sekurangnya dengan petugas kesehatan. Ketika melahirkan, lakukan IMD. Setelah lahir, berikan ASI ekslusif, dan makanan pendamping asi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupannya atau samapi anak berusia 2 tahun.

“selain itu faktor luar seperti sanitasi yang belum baik di kampung, akses jalan yang kurang baik menuju fasilitas kesehatan juga menjadi penyebab kesulitan untuk kita mengatasi stanting,”Katanya.

Stunting  didefinisikan sebagai persentase anak-anak, berusia 0 sampai 59 bulan, yang tingginya di bawah standar.  Kondisi ini di tentukan asupan gizi 1000 hari pertama manusia yang tidak dapat di perbaiki setelahnya.(Fik)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00