• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Gaya Hidup

Gawai Dayak Desa Sepan Lebang Contoh Harmonisasi Etnis Di Sintang

30 June
18:17 2017
0 Votes (0)

KBRN, Sintang: Kepala Desa Sepan Lebang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Kalimantan Barat  Jelitu frans mengatakan Gawai dayak bukan semata mata hanya hiburan bagi masyarakat namun  dapat diartikan  sebagai tradisi syukuran  masyarakat terhadap panen padi yang telah di dapatkan masyarakat pada setiap tahunnya.

Selain itu Gawai dayak juga memiliki makna mempererat nilai-nilai  persatuan dan kesatuan antar suku dan agama yang ada di wilayah dimana dilaksanakanya gawai dayak dan upaya  memupuk nilai persaudaraan dan pelestarian budaya.

“Gawai dayak di desa Sepan lebang ini memang tidak hanya  diikuti oleh warga dayak saja tapi juga warga Transmigrasi dari Jawa yang turut memeriahkan kegiatan ini, mereka berperan serta membantu suksesnya pelaksanaan gawai dayak di desanya,” Ungkap Jelitu Frans pada acara Gawai Dayak di Desa Sepan Lebang, jumat (30/07/2017).

Camat Kelam Permai Maryadi mengapresiasi acara Gawai dayak yang dilaksanakan di Desa sepan Lebang ini sehingga dapat di contoh di daerah lainya terutama dalam harmonisasi etnis.

“Tradisi ini harus kita pertahankan, apalagi ini baru pertama kalinya dilaksanakan gawai dayak yang dilaksanakan secara bersama dengan etnis lainya, jadi jangan ada lagi ketika gawai dayak dilaksanakan hanya suku dayak saja tapi harus secara bersama- sama dilaksanakan dan apa yang dilakukan di desa sepan lebang ini dapat menginspirasi desa- desa lainya di Kalimantan barat, “ Katanya.

Gawai dayak di desa Sepan lebang ini dinilai Maryadi cukup kompak tidak ada perbedaan suku dan agama yang ada adalah nilai persatuan dan semangat gotong royong antara penduduk desa kondisi seperti ini harus terus dilestarikan karena merupakan nilai luhur bangsa Indonesia.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang Hendrika turut mengapresiasi kegiatan Gawai dayak yang penuh kekompakan  di desa Sepan Lebang ini.

“ Ini salah satu upaya pelestarian budaya  masyarakat dayak yang harus terus dilaksanakan sehingga menjadi objek wisata bagi masyarakat luar, bila gawai ini di kemas dengan baik tidak menutup kemungkinan akan menarik wisatawan luar masuk ke kabupaten Sintang,” Harapnya

Gawai dayak di desa Sepan Lebang ini dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Periwisata Provinsi Kalimantan Barat Kartiyus Anggota DPRD Sintang Florensius Roni, akademisi tokoh adat dan tokoh agama.(Fik)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00