• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Investor Lirik Air Terjun Noka Nayan Untuk Pembangkit Listrik

11 March
19:23 2016
0 Votes (0)

KBRN, Sintang: Air terjun Nokan Nayan dan Air Terjun Nokan Jengonoi di Kecamatan Ambalau direncanakan akan dimanfaatkan untuk pembangkit Listrik Tenaga Air –PLTA.

Ketinggian air terjun di dua lokasi yang berdekatan ini mencapai 180 meter,  secara teknis di perkirakan akan mampu  menghasilkan Listrik  2 x 50 Megawatt.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan pembangunan PLTA ini akan dibangun oleh  investor PT. Khatulistiwa Sentra Energi, hal tersebut dikatakan Jarot  dalam acara sosialisasi rencana pembangunan PLTA  yang di gelar di Pendopo rumah jabatan Bupati Sintang, Jumat (11/03/2016).

Kapasitas Listrik yang ada akan mampu mengaliri listrik  di Kabupaten Sintang dan Melawi,’Kata jarot.

Saat ini  pembangkit listrik yang ada di Sintang masih menggunakan tenaga diesel di teluk menyurai dengan kekuatan 3 x 5 MW atau setara dengan 15 MW itupun masih kurang sehingga terjadi pemadaman bergilir.

Saya berikan waktu 3 tahun kepada PT. Khatulistiwa Sentra Energi untuk mengerjakan PLTA ini, dan tahun 2019 nanti bisa diresmikan” tambah Jarot Winarno.

Ketua Komisi C DPRD Sintang Tuah Mangasih mengatakan  pembangunan PLTA merupakan megaproyek yang akan menghabiskan dana besar dan akan berdampak pada lingkungan dan sosial sehingga perlu kajian mendalam.

Ini proyek yang kita dambakan sehingga diperlukan sinergi pemda sintang dan investor, Secara politis, kami akan berikan dukungan penuh, “ katanya.

Acara Sosialisasi ini juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Serawai dan Ambalau yang sebagian besar para tokoh masyarakat ini mendukung rencana pemerintah tersebut.

Lima Triliyun Untuk Investasi PLTA Noka Nayan

Sementara itu, Komisaris PT. Khatulistiwa Sentra Energy Ery. S menyatakan saat ini pemerintah pusat tengah mendorong pihak swasta untuk melakukan investasi bidang Energy seperti pengembangan PLTA, PLTU,PLTGB, PLTMH, untuk mendukung target pemerintah dalam pemenuhan tenaga listrik yang mencapai 35 ribu Megawatt.

“ Tanpa dukungan pihak swasta maka PLN tidak akan mampu mencapai target tersebut,” Kata Ery kepada sejumlah wartawan seusai menggelar sosialisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga  Air (PLTA) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang, Jumat, (11/02/2016).

Pihaknya menyatakan telah melakukan perhitungan  mengingat lokasi PLTA yang akan di bangun  sangat jauh, dengan medan yang sangat berat, bila di perhitungkan  maka masih rasional bila dijual pada PLN.

“ Kami datang kesini sudah mendapatkan gambaran, maka bila membuat bendungan yang berada di sana harus memperhitungkan kapasitas air dan hasil yang di peroleh, bila di hitung dengan harga jual PLN  masih masuk,” Tegasnya Ery.

Bendungan yang di bangun  di perkirakan akan menelan anggaran 3 hingga 5 triliyun rupiah tergantung besar kecilnya kapasitas, bila dihitung per-megawatt, Eri memperkirakan akan menelan biaya  antara 15 hingga 20 Milyar rupiah  permegawattnya.

“ Biaya pembuatan  bendungan juga masih mempertimbangkan kontruksi bila di lokasi kontruksinya banyak tersedia batu maka akan semakin murah,”  Tambahnya.

Ery juga meminta dukungan dari  pemerintah daerah kabupaten Sintang dalam hal mempermudah perijinan sehingga akan mempercepat proses pembangunan PLTA di daerah ini.

“Diharapkan dengan adanya komisi amdal di Sintang  dapat mempercepat proses pembangunan PLTMH, kami tergantung perijinan yang dikeluarkan bila cepat maka pembangunanp un akan cepat dilaksanakan,” Pungkasnya. ( Taufik)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00