• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Diperlukan Rp 5 Triliyun Untuk Investasi PLTA di Sintang

11 March
19:09 2016
0 Votes (0)

KBRN, Sintang: Komisaris PT. Khatulistiwa Sentra Energy, Ery. S menyatakan saat ini pemerintah pusat tengah mendorong pihak swasta untuk melakukan investasi bidang Energy seperti pengembangan PLTA, PLTU,PLTGB, PLTMH, untuk mendukung target pemerintah dalam pemenuhan tenaga listrik yang mencapai 35 ribu Megawatt.

“ Tanpa dukungan pihak swasta maka PLN tidak akan mampu mencapai target tersebut,” Kata Ery kepada sejumlah wartawan seusai menggelar sosialisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga  Air (PLTA) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang, Jumat, (11/02/2016).

Pihaknya menyatakan telah melakukan perhitungan  mengingat lokasi PLTA yang akan di bangun  sangat jauh, dengan medan yang sangat berat, bila di perhitungkan  maka masih rasional bila dijual pada PLN.

“ Kami datang kesini sudah mendapatkan gambaran, maka bila membuat bendungan yang berada di sana harus memperhitungkan kapasitas air dan hasil yang di peroleh, bila di hitung dengan harga jual PLN  masih masuk,” Tegasnya Ery.

Bendungan yang di bangun  di perkirakan akan menelan anggaran 3 hingga 5 triliyun rupiah tergantung besar kecilnya kapasitas, bila dihitung permegawatt Eri memperkirakan akan menelan biaya  antara 15 hingga 20 Milyar rupiah  permegawatt

“ Biaya pembuatan  bendungan juga masih mempertimbangkan kontruksi bila di lokasi kontruksinya banyak tersedia batu maka akan semakin murah,”  Tambahnya.

Ery juga meminta dukungan dari  pemerintah daerah kabupaten Sintang dalam hal mempermudah perijinan sehingga akan mempercepat proses pembangunan PLTA di daerah ini.

“Diharapkan dengan adanya komisi amdal di Sintang  dapat mempercepat proses pembangunan PLTMH, kami tergantung perijinan yang dikeluarkan bila cepat maka pembangunanp un akan cepat dilaksanakan,” Pungkasnya. ( Taufik)

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00