• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Temuan Empat Sampel Jajanan Mengandung Rodamin B di Pasar Anyar I Buleleng

17 February
17:27 2020
2 Votes (5)

KBRN, Singaraja: Meski pengunaan Rodamin B dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada makanan dan minuman, namun masih ada produsen makanan yang mengunakan zat pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil.

Masih adanya produsen makanan yang mengunakan Rodamin B ditemukan oleh Jejaring Keamanan Pangan Buleleng dikoordinir Loka POM Buleleng, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindag dan UKM, dan Dinas Kesehatan Buleleng saat melakukan Intensifikasi pengawasan Pangan di pasar Anyar I Buleleng, Senin (17/2/2020).

Pengawasan yang dilakukan menjelang hari raya Galungan dan Kuningan dilakukan dengan mengambil sampel beberapa jajanan yang dijual oleh pedagang. Ada 12 sampel janajan yang diambil untuk dilakukan pengujian. Hasilnya dari 12 sampel jajanan yang diuji 4 diantaranya ditemukan positif mengandung Rhodamin B.

Kepala Loka POM Buleleng Made Ery Bahari Hantana mengatakan 12 produk pangan khususnya jajanan yang diambil sampelnya itu memang dicurigai mengandung bahan berbahaya karena warnanya mencolok. “Nanti kita telusuri pedagang hingga produsennya, tentunya ini berdampak bahaya bagi tubuh jika dikonsumsi,” ungkapnya.  

Menurutnya, dengan danya temuan ini maka pengawasan akan terus dilakukan serta meminta agar produsen makanan untuk tidak lagi mengunakan bahan berbahaya dalam membuat makanan maupun minuman. Konsumen juga dimina agar waspada dengan jajanan yang warnanya.

Sementara itu Kasi Tertib Niaga, Dinas Perdagangan dan Perindustrian UKM Buleleng Gede Jaya mengatakan terhadap temuan tersebut pihaknya akan berkoordinasi lebih jauh untuk melakukan pembinaan kepada sejumlah produsen yang dicurigai menggunakan pewarna tekstil untuk makanan.

“Peraturannya sudah ada jadi nanti kita akan tindak apabila masih ada yang menjual bahan pewarna. Kita juga akan bina  agar yang digunakan bahan pewarna makanan cair yang disarankan,” imbuh Gede Jaya.

Diharapkan dengan adanya penindakan melalui Intensifikasi pengawasan Pangan tidak ada lagi peredaran jajanan upakara yang mengandung bahan berbahaya dipasar-pasar trafisional di Buleleng sehingga masyarakat terbebas dari pangan yang mengandung bahan berbahaya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00