• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kasus Kematian Babi di Bali Resahkan Peternak di Buleleng

7 February
05:02 2020
0 Votes (0)

KBRN, Singaraja : Menyusul adanya kasus kematian ratusan babi mendadak dan massal di beberapa daerah di Bali beberapa pekan terakhir, sejumlah peternak babi gigit jari, termasuk di daerah Buleleng.

Meski pantauan di lapangan belum ada kasus kematian babi secara misterius untuk di wilayah Bali Utara, namun hal itu berdampak pada kerugian para peternak babi. Kondisi tersebut berpengaruh pada lesunya penjualan babi kepada para pedagang babi potong dipasar, terlebih jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Niki di peternakan ada 15 ekor, disini babinya sehat-sehat semua, tidak ada yang sakit, ya mudah-mudahan untuk isu virus babinya belum nyampe ke Buleleng. Untuk sementara sih, kemungkinan berdampak dengan isu virus babi ini, kemungkinan harga jualnya berpengaruh dengan isu tersebut. Mungkin di hari raya Galungan ini akan berdampak pada harganya apalagi segi pakan ternak babi sudah mulai naik, kemungkinan pendapatan akan menipis,” keluh Ketut Suastika, salah seorang peternak babi di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Kamis (6/2/2020)    

Sementara itu terhadap isu virus babi yang marak di beberapa daerah, Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengimbau seluruh peternak babi di Kabupaten Buleleng untuk menjaga kebersihan sanitasi baik itu kandang babi maupun babi peliharannya. Ini dilakukan agar isu virus babi yang menyebabkan penyakit demam babi afrika atau disebut juga African Swine Fever (ASF) pada babi tidak tersebar di wilayah Kabupaten Buleleng.

Imbauan kepada masyarakat ini dilakukan mengingat Hari Raya Galungan dan Kuningan akan segera tiba. Wabup Sutjidra meminta agar masyarakat mengkonsumsi daging babi yang dibeli di wilayah Buleleng saja. Itu dikarenakan hingga saat ini, pantauan dari Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, pada seluruh wilayah di Buleleng yang berternak babi, belum ditemukan kasus kematian babi karena terjangkit virus tersebut.

“Kami di Kabupaten Buleleng ini menjelang hari raya yang konsumsi babi sudah barang tentu sangat meningkat, kami imbau kepada masyarakat agar memanfaatkan babi-babi yang sehat ini untuk dipakai pada hari raya Galungan. Jadi memang kita sudah membina melalui dinas pertanian, membina peternak-peternak yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya peternak babi, kemudian menjaga higienis dan sanitasi daripada babi itu sendiri,” jelas Sutjidra.

Sebagai Langkah antisipatif, Dinas Pertanian Buleleng telah melakukan berbagai upaya. Langkah pertama yang dilakukan yakni biosecurity kemudian menerapkan sitem informasi, komunikasi dan edukasi terkait dengan penyebaran virus babi tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Lebih lanjut, Sutjidra menjelaskan hal terkecil yang dapat dilakukan untuk pencegahan yakni dengan membersihkan kandang babi sesering mungkin. Selain disemprot dengan air biasa, penyemprotan kandang dapat dilakukan dengan menambahkan disinfektan pada air.

00:00:00 / 00:00:00