• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan Gepeng Menjamur di Buleleng

5 February
09:12 2020

KBRN, Singaraja: Menjamurnya gelandangan dan pengemis (gepeng) menjadi salah satu persoalan sosial yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Buleleng pada saat menjelang momen Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jumlah gepeng musiman cenderung meningkat dikala mendekati hari raya. Mereka banyak ditemui dan beroperasi di sekitaran persimpangan jalan, pusat perbelanjaan bahkan di kawasan area wisata. Ironisnya, para gepeng musiman itu bukan merupakan warga asli Kabupaten Buleleng melainkan warga dari kabupaten lain yang sengaja datang untuk mengais rejeki dengan bekerja sebagai peminta-minta.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, I Gede Sandhiyasa, S.Sos. M.Si tidak menampik jika momen Galungan dan Kuningan kerap dimanfaatkan para gelandangan dan pengemis untuk beroperasi meminta-minta. Oleh karenanya pihaknya secara periodik melakukan upaya penertiban bekerjasama dengan pihak Camat serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Buleleng.

"Gepeng itu menjadi musiman ketika mendekati hari raya, mereka datang dengan mengajak keluarga dan  melibatkan anak-anak kecil untuk menarik simpati masyarakat. Ini kita akan terus tertibkan tentunya juga kerjasama dengan pihak terkait," ujar Sandhiyasa kepada RRI, Rabu (5/2/2020).

Diakuinya jelang hari raya Galungan dan Kuningan jumlah Gepeng di  Buleleng meningkat drastis. Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Sandhiyasa juga menyebut untuk eksekusi penertiban Dinsos Buleleng tidak memiliki hak, namun kapasitasnya antara lain melakukan pembinaan serta rehabilitasi sebelum dipulangkan ke daerah asalnya. Kadinsos Buleleng Sandhiyasa pun berharap masing-masing kepala daerah di kabupaten/kota di Bali punya strategi khusus untuk memberikan keterampilan kepada warganya sehingga angka gepeng bisa ditekan. 

“Sekali penjaringan gepeng kita  bisa dapatkan 5-6 orang. Namun jelang hari raya kita bisa pulangkan lebih dari itu,” pungkasnya.

00:00:00 / 00:00:00