• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Belajar Bahasa Asing dan Edukasi Cinta Lingkungan Melalui Gerakan English Corner

4 February
17:46 2020
3 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Dengan dikembangkannya pariwisata berbasis lingkungan dan budaya, saat ini telah terbentuk gerakan masyarakat English Corner di kawasan Desa Baliaga. Gerakan ini berupaya mengedukasi masyarakat pedesaan agar mau belajar berbahasa asing termasuk didalamnya terdapat berbagai kegiatan dalam upaya pelestarian lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana usai menerima audiensi dari founder dan volunteer English Corner Sidetapa (ECS), terkait dengan perkembangan program English Corner yang ada di Desa Sidetapa-Cempaga-Tigawasa-Pedawa-Banyuseri (SCTPB), Selasa (4/2/2020) pagi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng.

Bupati Agus Suradnyana menjelaskan, dengan adanya program english corner akan dapat memberikan manfaat pada bidang pariwisata di desa. Menurutnya, selama ini banyak wisatawan yang datang ke Kabupaten Buleleng sengaja mau berkunjung ke desa-desa untuk melihat berbagai kegiatan masyarakat yang ada di desa. Dengan adanya program english corner ini masyarakat dapat berinteraksi secara langsung dengan para wisatawan.

“Para wisatawan ini datang ke desa bukan hanya mengajarkan bahasa inggris, tapi juga edukasi pelestarian lingkungan. Kedatangan wisatawan ini juga guna mempelajari budaya, gamelan, menari bali dan menganyam menggunakan bambu,” ucapnya.

Sesuai dengan apa yang disampaikan para founder, gerakan ini tentunya sangat diapresiasi dan didukung oleh Pemkab Buleleng. Nantinya, ucap Agus Suradnyana, Pemkab Buleleng akan bersinergi dengan para founder dan volunter english corner dalam upaya mengembangkan program english corner ke masing-masing desa di Buleleng.

“Ini bagus untuk edukasi pada masyarakat kita. Gerakan ini akan terus kita dorong. Proud, saya bangga betul dengan aksi mereka terhadap plestarian lingkungan, menanam pohon dan sampah plastik," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu founder sekaligus pencetus gerakan english corner, Wayan Ariawan, mengatakan program english corner ini sudah mulai masuk di sejumlah desa di Kabupaten Buleleng. Kini, tercatat sudah terbentuk 36 corner di Buleleng.

Menurut Ariawan, semangat mendidik Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil berbahsa inggris sejak dini serta peduli terhadap lingkungan menjadi fokus utamanya. Dirinya pun, mengatakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris, baru tahap dasar saja. Para founder pun mengajarkan Bahasa Inggris yang kontekstual, belum sesuai aturan grammar Bahasa Inggris.

"Anak-anak sangat senang berinterkasi dengan wisatawan," ungkapnya.

Ariawan pun berharap, dengan gerakan english corner ini pembelajaran bahasa inggris yang diterapkan sejak usia dini nantinya, kedepan anak-anak di buleleng sudah lancar berinteraksi dengan wisatawan asing.

"Paling tidak anak-anak yang ada di Buleleng sudah mengenal bahasa Inggris, apa itu Yes atau No," pungkas pria asal Desa Sidetapa ini. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00