• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

P2TP2A Lakukan Pendampingan Psikologi Pada Korban Penyebaran Photo

23 January
13:18 2020
2 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Tersebarnya photo seorang siswi SMP di Singaraja tanpa mengenakan pakaian memberikan dampak psikologi bagi perkembangan sang anak, terlebih lagi permasalahan yang sudah diselesaikan secara kekeluargaan itu kini mencuat pada sejumlah media sosial, sehingga menyikapi hal itu, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Buleleng melakukan pendampingan psikologi.

Ketua Harian P2TP2A Buleleng, Made Ricko Wibawa, Kamis (23/1/2020) mengatakan, pendampingan secara psikologi menjadi kewajiban bagi P2TP2A dalam upaya memberikan perlindungan terhadap dampak yang disebabkan terhadap perkembangan anak yang masih dibawa umur tersebut.

“Hingga kita mendapatkan informasi dari media sosial, kemudian kami dari P2TP2A sudah berkoordinasi dengan teman-teman di PPA kemudian sudah ditindaklanjuti juga oleh Unit PPA untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah. Kemudian disitu memang menurut teman-teman di PPA sudah ada penyelesaian secara kekeluargaan dan orangtuanya sudah dipanggil. Nah, kemudian yang menjadi kewajiban kami di P2TP2A adalah memberikan perlindungan kepada anak yang menjadi korban. Mengingat sangat viral di media sosial, kami sudah agendakan di hari Senin untuk memberikan pendampingan psikologinya,” jelas Ricko.

Hal senada diungkapkan, Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, dimana Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng telah melakukan langkah-langkah pendekatan dengan pihak-pihak terkait didalam menuntaskan permasalahan yang melibatkan siswi SMP di Singaraja.

“Jadi untuk ada gambar yang tidak menggunakan baju, yang diduga dilakukan oleh anak-anak ini, sudah ditindaklanjuti dari Unit PPA dengan mendatangi langsung dimana anak ini bersekolah. Kemudian dari hasil tindak lanjut ini sudah dilakukan penyelesaian oleh pihak sekolah,” ucap Sumarjaya.

Dalam penanganan awal penyebaran photo siswi SMP yang tidak mengenakan pakaian oleh kepolisian dipastikan mulai menyebar pada seminggu terakhir. Tersebarnya photo itu diduga berawal sebuah perselisihan dengan teman korban, sehingga photo tanpa menggunakan pakaian dan disebelahnya photo korban dengan pakaian olahraga disebarkan di group sekolah, namun kemudian akhirnya menjadi viral ke sejumlah pengguna media sosial.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00