• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Kasus Persetubuhan Depehe Belum Tuntas

22 January
13:24 2020
2 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Meski telah lama dilakukan penanganan, namun proses dugaan persetubuhan hingga menyebabkan kehamilan di Desa Depehe Kecamatan Kubutambahan belum tuntas dilakukan Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng, lantaran petunjuk Jaksa Penuntut Umum untuk melengkapi berkas yang telah berulang kali dibawa ke Kejaksaan Negeri Buleleng.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya dikonfirmasi Selasa (21/1/2020), membenarkan berkas perkara penanganan dugaan persetubuhan di Desa Depehe Kecamatan Kubutambahan masih bolak-balik ke Kejaksaan Negeri Buleleng. Pihak penyidik Polres Buleleng masih melakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Buleleng.

“Kasus Depeha ini kan sudah bolak balik berkasnya, kemudian petunjuk terakhir dari Jaksa Penuntut Umum untuk mencari bukti lain. Nah ini penyidik lagi kebingungan, bukti lain ini apa yang harus dipenuhi, karena sesuai dengan Pasal 184 KUHP hanya ada 5 bukti, keterangan ahli, keterangan saksi, kemudian surat petunjuk dan keterangan terdakwa. Jadi kalau melihat dari Pasal 184 KUHP ini kan harus nanti dibuktikan di persidangan nanti, setelah di pengadilan baru alat bukti bisa berbicara,” jelasnya.

Meski masih dilakukan koordinasi secara hukum, penanganan kasus tersebut masih terus dilakukan dan polisi sendiri masih berupaya untuk memenuhi kebutuhan dalam proses penyidikan yang dilakukan meski tidak melakukan penaganan terhadap pelaku.

Sebelumnya korban kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur di Desa Depehe dilaporkan pada bulan April 2019, dimana korban yang dihamili oleh pacarnya itu tidak mau bertanggung jawab, bahkan korban yang masih dibawah umur ditelantarkan begitu saja oleh pelaku.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00