• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Curi 384 Ekor Kerapu Cantang, Dua Pekerja Tambak Diamankan

16 January
09:57 2020
1 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Dua pekerja tambak akhirnya diciduk polisi setelah dicurigai terlibat dalam aksi pencurian sebanyak 384 ekor ikan kerapu jenis cantang di keramba jaring apung di Desa Patas Kecamatan Gerokgak.

Berawal dari kecurigaan Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang yang mendapat laporan adanya 9 tumpukan karung di pantai Pengulon yang berisi ikan kerapu, Unit Reskrim Polsek Gerokgak akhirnya mengungkap aksi pencurian yang dilakukan dua pekerja tambak PA dan SY yang beralamat di Desa Patas Kecamatan Gerokgak.

Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana, SH didampingi Kanit Reskrim AKP Abdul Azis, Rabu (15/1/2020) mengatakan, setelah mendapatkan laporan adanya tumpukan karung berisi ikan kerapu dilakukan pengecekan pada beberapa lokasi yang memiliki tambak, sehingga dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan berhasil mengamankan dua orang pelaku.

“Dari hasil pengolahan TKP dan dari jadwal jaga yang kita lihat itu, kita amankan dua orang ini, kemudian kita lakukan interogasi, ternyata mereka mengakui bahwa merekalah yang melakukan perbuatan tersebut, dilakukan pada saat karyawan lainnya sedang Sholat Jumat, sedang istirahat makan siang,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan kedua pelaku, aksi pencurian itu dilakukan secara bersama-sama dan perbuatan pelaku tidak ada yang mencurigai karena bekerja di tambak tersebut. Sebanyak 384 ekor ikan kerapu jenis cantang di keramba jaring apung di perairan laut Desa Patas berhasil diambil kedua pelaku dan kemudian dibawa ke pantai Desa Pengulon untuk disembunyikan.

Hasil curian berupa ikan kerapu tersebut rencananya akan dijual oleh kedua pelaku ke brombong, namun kemudian rencana itu gagal dilakukan lantaran ditangkap polisi. akibat aksi pencurian itu, korban pemilik tambak mengalami kerugian hampir mencapai 10 juta rupiah dan kasusnya masih ditangani Polsek Gerokgak. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00