• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Generasi Millenial Diajak Lestarikan Tradisi Megenjekan

9 January
14:58 2020
1 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Momen HUT ke-45 SMAN 3 Singaraja dijadikan sebagai salah satu upaya dari panitia, untuk mengaplikasikan visi sekolah yakni menciptakan sumber daya yang unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana, satu diantaranya mengajak para siswa siswi SMAN 3 Singaraja sebagai bagian dari generasi millenial untuk melestarikan kesenian genjek.

Kesenian genjek yang dikemas panitia HUT ke-45 SMAN 3 Singaraja dalam bentuk lomba megenjekan mendapat sambutan antusias para siswa siswi sekolah setempat. Bahkan untuk mendukung kemeriahan hari jadi SMAN 3 Singaraja dan gemerlapnya penampilan mereka  saat tampil, yakni dengan mengandalkan dana dari kas angkatan per-kelas sepakat mengeluarkan iuran Rp50 ribu, untuk sewa pakaian dan kelengkapan asesoris lainnya termasuk membayar pelatih dari Kabupaten Gianyar.

Mengingat pesertanya untuk satu kelompok berasal dari satu angkatan, diakui koordinator peserta kelompok Komang Gilang Pamuji tidak mudah bahkan tidak sedikit diantara teman temannya ada yang meboye. Disinilah diperlukan komitmen dalam upaya menjaga kekompakan kelompok baik ketika berlatih maupun saat tampil pada hari pelaksanaan lomba megenjekan yang dilaksanakan di lapangan basket sekolah setempat, Kamis (9/1/2020) pagi.

Komang Gilang Pamuji salut dengan panitia karena setiap tahun dalam kegiatan HUT SMAN 3 Singaraja selalu melakukan inovasi baru terutama pelestarian seni budaya Bali, minimal ini bisa menggugah anak anak millenial di lingkungan SMAN 3 Singaraja kedepan untuk lebih mencintai seni budaya daerah Bali ditengah era globalisasi ini.

“Dengan dilaksanakannya lomba seperti ini, kita bisa membangkitkan budaya itu dengan mengkolaborasikan teknologi yang sekarang,” ucapnya.

Sementara itu ketua panitia HUT ke-45 SMAN 3 Singaraja, I Putu Sugiartha mengatakan alasanya pihaknya dalam setiap tahun selalu menampilkan inovasi terbaru dalam lomba bernuansa budaya, satu diantaranya untuk menggali berbagai potensi yang dimiliki para anak didiknya. Melalui kegiatan lomba megenjekan ini bisa menggugah siswa siswinya untuk lebih mencintai dan sehingga pelestarian adat budaya tetap terjaga dengan ajeg dan lestari.

Hal tersebut sesuai dengan visi SMAN 3 Singaraja menciptakan sumber daya manusia yang unggul berlandasakan Tri Hita Karana dan membentengi mereka dari pengaruh budaya barat yang negatif, selain sebagai strategi pihak sekolah mengantisipasi generasi milenial agar tidak hanyut dengan pengaruh barat yang serba instan dengan kemajuan medsos. Begitu juga halnya dengan lomba jegeg bagus yang menghadirkan juri Jegeg Bagus Buleleng tahun 2016 dan 2019 diantaranya Kadek Agus Toni Mahendra, Ni Putu Dita Larasati dan Putu Eka Saskara Adi Kusuma.

“Karena basic kita disini pengembangan budaya, jadi pelestarian adat budaya jadi sebagai goal-nya salah satu kegiatan ini adalah bagaimana generasi muda Bali khususnya, mampu sejak dini melestarikan budayanya sendiri,” ungkap Sugiartha.

Inovasi terbaru yang ditampilkan dalam kegiatan lomba lomba bernuansa budaya serangkaian HUT ke-45 SMAN 3 Singaraja, diapresiasi Kepsek Made Sri Astiti, S.Pd, M.Pd. Ditegaskan sisi menarik dari beragam lomba yang digelar ide idenya sebagian besar siswa siswi dan dalam satu angkatan dengan jurusan yang berbeda, mereka berkolaborasi berkreasi saling mendukung satu sama lain, sehingga tercipta suatu karya seni megenjekan yang luar biasa dan kegiatan semacam ini merupakan bagian dari pendidikan karakter.

“Harapan saya, bagaimana anak-anak ini berkreasi, kreatif, jadi komunikasi seperti pembelajaran 4.0 sekarang. Jadi mereka tidak hanya belajar akademik saja, tapi yang terpenting adalah bahaimana terbentuk karakternya, komunikasinya dan inovasinya,” pungkas Sri Astiti.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00