• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Pemahaman Tentang Hukum Faktor Penentu Tinggi Rendahnya Angka Tindak Pidana Kejahatan di Masyarakat

5 March
20:28 2019
4 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Pemahaman tentang hukum menjadi faktor penentu tinggi rendahnya angka tindak pidana kejahatan yang terjadi di masyarakat. Pemahaman hukum yang kurang baik di masyarakat dapat mendorong meningkatnya angka tindak kejahatan yang terjadi di suatu daerah, begitu juga sebaliknya, tingginya pemahaman tentang hukum di masyarakat akan meningkatkan kesadaran hukum masyakarat yang berdampak pada berkurangnya angka tindak kejahatan yang terjadi.

Pemberian penyuluhan hukum, kepada masyarakat dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan terjadinya tindak pidana kejahatan, baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus. Pemberian penyuluhan hukum, tidak hanya harus dilakukan oleh para penegak hukum, seperti polisi, kejaksaan maupun kehakiman. Peranan para akedemisi dalam memberikan penyuluhan hukum juga sangat di perlukan. 

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Wahyudi, SH, MH saat menerima kunjungan dari Fakultas Hukum Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja, Selasa (5/3/2019).

“Pemahaman hukum di mata masyarakat itu kan berbeda-beda antara satu dengan yang lain, terkadang kurangnya pemahaman hukum yang diketahui oleh masyarakat mendorong terjadinya pelanggaran tindak pidana," paparnya.

Kunjungan yang dilakukan oleh Fakulas Hukum Universitas Panji Sakti ke Kejaksaan Negeri Buleleng, serangkaian dengan dilaksanakannya penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga. 

Kerjasama ini merupakan langkah awal yang dilakukan oleh kedua lembaga untuk saling meningkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum dan pendidikan hukum. Penandatanganan MoU dilakukan di Aula Kejaksaan Negeri Buleleng, yang dilakukan oleh Kajari Buleleng dengan Dekan FH Universitas Panji Sakti.

Dekan Fakulatas Hukum Universitas Panji Sakti, Dr. I Nyoman Gede Remaja, SH, MH, menyatakan, secara praktek hubungan kerjasama antara Kejaksaan Negeri Buleleng dengan FH Unipas telah berlangsung sejak lama, hal ini dibuktikan dengan seringnya dosen-dosen Unipas menjadi saksi ahli dalam penyelesaian perkara dan dalam bidang pendidikan banyak staf kejaksaan negeri Buleleng merupakan alumni dari FH Universitas Panji Sakti. 

“Sebagai fungsi lembaga perguruan tinggi, yang terkait dengan pelaksanaan Tri Darma Perguraun Tinggi, MoU ini menjadi dasar kita untuk berbuat bersama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat,” ucapnya Remaja.

"Kedepannya kita akan bersinergi bersama untuk pemberian penyuluhan hukum ke masyarakat baik terkait dengan tindak pidana umum dan tindak pidana khusus," imbuhnya.

ekan FH Unipas juga berencana meminta dan memberikan ruang kepada pihak Kejaksaan Negeri Buleleng selaku praktisi penegakan hukum untuk memberikan materi perkuliahan kepada mahasiswa FH Unipas, sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuannya dalam hukum setelah menempuh pendidikan di Universitas Panji Sakti.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00