• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Peran BK Dalam Menekan Kasus Kekerasan Terhadap Siswa di Sekolah

22 February
21:23 2019
6 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Anak sebagai tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa memiliki peran strategis, ciri dan sifat khusus sehingga wajib dilindungi dari segala bentuk perlakuan tidak manusiawi yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia. 

Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Panji Sakti Singaraja, Dr. I Nyoman Gede Remaja, SH, MH saat berbicara pada Seminar Akademik Senat FKIP UNIPAS dengan tema “Peran Bimbingan dan Konseling dalam menekan masalah kekerasan siswa di sekolah dilihat dari UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak”, Jumat (22/2/2019) di aula kampus setempat.

“Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan tiap warga negaranya, termasuk perlindungan terhadap hak anak yang merupakan hak asasi manusia. Hal-hal tersebutlah yang menjadi pertimbangan diundangkannya Undang-Undang tentang Perlindungan Anak,” paparnya. 

Terlebih di zaman millennial, anak begitu mudah mengakses informasi dan menggunakan teknologi, sedangkan disisi lain anak terlalu polos sehingga sangat mudah dipengaruhi oleh perkembangan yang ada. Dalam kondisi seperti ini, jika tidak bijak menyikapinya maka anak dapat saja terjerumus ke hal-hal yang negatif. 

“Anak berpotensi menjadi korban kekerasan dan bahkan berpotensi juga sebagai pelaku kejahatan. Banyak pemberitaan dalam media, anak sebagai korban kekerasan terjadi di mana-mana dan dalam berbagai lingkungan. Ini suatu fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa perlindungan terhadap anak menjadi suatu hal yang wajib dilakukan, tidak saja oleh negara tetapi kita semua sebagai masyarakat melalui peran kita masing-masing, baik sebagai orang tua, guru, dan lain-lain,” imbuh Nyoman Remaja.

Sementara itu Ketua Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Provinsi Bali, Dr Ketut Gading, M.Psi memaparkan, ada beberapa dampak yang timbul akibat kekerasan yang dialami anak dan perlu diketahui sejak dini agar tidak mengganggu psikologisnya saat beranjak dewasa. Mereka akan cenderung bersikap murung, sulit mempercayai orang lain, mengalami trauma, kehilangan kepercayaan diri dan bisa berakhir dengan tindakan menyakiti diri sendiri bahkan bunuh diri.

Untuk itu, peran Bimbingan dan Konseling (BK) di lingkungan sekolah sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak-dampak akibat kekerasan maupun masalah lainnya yang dialami anak didik.

“Untuk mengintervensi kasus-kasus kekerasan terhadap anak, layanan BK biasanya berfokus pada tiga aspek, yaitu intervensi terhadap kognisi (cara berpikir), intervensi terhadap emosi dan intervensi terhadap perilaku (tindakan) baik secara parsial maupun secara integrated,” ucap Gading.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unipas Singaraja, Dra Ni Luh Yasniati, M.Hum mengatakan, seminar akademis bertujuan untuk memahami peran guru BK dalam menangani permasalahan kekerasan pada anak. 

“Guru BK hendaknya melakukan tugas sesuai SOPnya baik dari identifikasi atau analisis, diagnosis, prognosis, konseling dan follow up. Kalau sudah dengan alur kita bekerja sebagai guru atau pendidik, maka tidak akan ada yang saling menyalahkan. Guru BK juga membantu menentukan pilihan siswa kearah yang positif sehingga perilaku negatif atau kekerasan dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Seminar akademis dengan moderator Dr I Gusti Ngurah Puger, M.Pd menghadirkan narasumber Ketua ABKIN Provinsi Bali, Dr Ketut Gading, M.Psi dan Dekan Fakultas Hukum Unipas Singaraja didampingi Kaprodi BK, Gede Danu Setiawan, S.Pd, M.Pd. Kegiatan diikuti puluhan pelajar serta guru SD, SMP, SMA/SMK dan MA se Provinsi Bali, diantaranya dari Karangasem, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Badung, Klungkung dan Kabupaten Buleleng selaku tuan rumah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00