• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Jumlah Penderita Demam Berdarah di Buleleng Tertinggi di Bali

13 February
18:54 2019
1 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Selama kurun waktu Januari hingga minggu kedua di bulan Pebruari 2019, Kabupaten Buleleng menempati urutan pertama untuk kasus demam berdarah dalam wilayah Provinsi BaliBerdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulelengtelah terjadi 127 kasus penyakit musiman demam berdarah.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PDinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr Gede Suaryawan, Rabu (13/2/2019) mengatakan, jumlah 127 kasus demam berdarah selama Januari hingga 10 Pebruari 2019 dinilai cukup banyak yang mana hampir mendekati jumlah kasus demam berdarah dalam kurun waktu setahun di tahun 2018 yakni 129 kasus. Kejadian peningkatan DB seperti saat ini sama dengan kejadian di tingkat nasional yakni 13.000 kasus dalam satu setengah bulan ini, dibanding dengan satu tahun kemarihanya 11.000 kasus.

“Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah virus demam berdarah dan nyamuk sebagai vektornya yang memindahkan dari satu orang ke orang lain, kemudian berkembang biak melalui telurnyaKhusus untuk wilayah Kabupaten Buleleng, penderita demam berdarah terbanyak masih terfokus di Kecamatan Buleleng dan Sukasada,” ungkap Suaryawan.

Pencegahan efektif untuk pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti melalui pola 3 M dengan gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) meliputi menguras tempat-tempat genangan air, menutup tempat air dan mengubur barang bekas, seperti kaleng cat, dan sejenisnya yang cendrung menampung air dan mestinya dibersihkan seminggu sekali,” imbuhnya.

Disamping itu, kata Suaryawan, dinas kesehatan telah melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan pogging atau pengasapan terhadap tempat-tempat yang dinilai memiliki resiko tinggi menyebarnya demam berdarah. Kegiatan pogging biasanya dilakukan pagi hari berkoordinasi dengan lurah maupun kepala desa setempat.

Gede Suaryawan menambahkan untuk mencegah perkembangan nyamuk aedes aegypti sebagai penyebab penyakit demam berdarahjuga diperlukan peran serta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama dengan menggalakkan budaya gotong-rotong dan masing-masing rumah tangga disarankan membentuk tenaga jumantik (juru pemantau jentikmandiri yang bertugas memantau keadaan rumah sendiri, disamping tenaga jumantik yang diharapkan dibentuk oleh masing masing lurah maupun kepala desa di wilayah setempat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00