• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

KNPRL Tunjukkan Bukti Baru Pukat Trawl Ramai di Pantai Barat Sumatera

21 February
00:02 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sibolga : Nelayan tradisional di Kota Sibolga menunjukkan bukti terbaru keberadaan sejumlah kapal pengguna alat tangkap ikan (API) pukat trawl, beroperasi di perairan Pantai Barat Sumatera.

Bukti itu terdokumentasi dalam bentuk photo dan video, yang ditunjukkan oleh Ketua Komunitas Nelayan Penjaring Ramah Lingkungan (KNPRL) Sibolga, Asrul Tanjung kepada sejumlah awak media, di sebuah warung minuman, tak jauh dari pelabuhan tangkahan ikan "NDH", Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Sibolga, Kamis (20/2/2020).

"Ini diambil kawan-kawan tanggal 17 Februari 2020, ada sekitar 15 unit pukat trawl yang besar mencari ikan. Sampai nelayan kecil tak boleh mencari, karena sudah dikuasai pukat trawl yang besar," terang Asrul sembari menunjukkan photo dan video.

Dengan bukti dokumentasi yang dimiliki, ia ingin mempertegas kepada aparat penegak hukum (Gakkum) bidang perikanan, tentang kebenaran adanya kegiatan destructive fishing (menangkap ikan dengan cara merusak lingkungan).

Bahkan, jumlahnya cukup banyak ditemukan di sekitar 6 hingga 5 mil dari bibir pantai, yang merupakan zona tangkap nelayan tradisional.

"Jangan dibilang pukat trawl tak ada di Sibolga ini, sudah merajalela kali, dan saya sudah menyaksikan itu. Saya sempat ke tengah memotret, asli bukan rekayasa. Pak Kapolres bisa lihat, itulah faktanya," tegasnya.

Masih terkait bukti tersebut, Sekretaris KNPRL Sibolga, Nazri Tanjung juga menyesalkan sikap Gakkum yang menurutnya terkesan tak acuh pada persolan destructive fishing.

Kapal ikan perusak lingkungan itu, kata Nazri, ramai terdokumentasi di pulau-pulau perairan laut Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabuptan Mandailing Natal (Madina).

"Belum ada gerakan untuk pemberantasan pukat trawl, baik dari Polisi, Danlanal dan PSDKP. Terus terang, kami sangat kecewa," ucapnya.

00:00:00 / 00:00:00