• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Bullying Dan Kekerasan Di Jateng Masih Tinggi

26 February
16:46 2020

KBRN, SEMARANG : Masih  tingginya kekerasan terhadap anak dan  bullying di Jawa Tengah dinilai belum optimalnya pengawasan dan pendampingan yang di lakukan instansi terkait termasuk masyarakat. 

Hal tersebut di ungkap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada wartawan seusai membuka Rakorda keterpaduan program banggakencana , pemberdayaan perempuan , perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana di Semarang,  Rabu (26/02/2020).

Bahkan predikat kota layak anak maupun sekolah layak anak, tutur Gubernur  terkesan hanya slogan, karena kurangnya implementasi di lapangan.

Kondisi ini lanjutnya menjadi salah satu penyebab aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun bulying kerap terjadi baik di institusi pendidikan, rumah maupun lingkungan.

“ Kota layak anak maupun sekolah layak anak harus diseriusi tidak boleh hanya statemen dan regulasi, tapi harus sampai implemetasi, kalo kita mengacu pada beberapa kasus bullying, kekerasan murid dengan gurunya dan sebaliknya, ini hal yang serius ,”  tandas Ganjar 

Ganjar Pranowo menambahkan , Kota layak anak maupun sekolah layak anak harus diterapkan secara sungguh -sungguh agar kekerasan maupun bullying yang terjadi disejumlah daerah dapat dihindari.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Jawa tengah Wagino menegaskan, BKKBN mengintensifkan program generasi berencana melalui Pusat Informasi dan konseling –PIK remaja mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi, untuk menekan bullying maupun kekerasan di lingkup pendidikan.

“ BKKBN memiliki generasi berencana - Genre yang sudah masuk lembaga pendidikan melalui Pusat Informasi konseling –PIK remaja, nah ini dapat mengedukasi  para siswa,” ungkap Wagino 

Program PIK remaja ini Menurut Wagino seirama dengan keinginan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar upaya penangan kekerasan maupun bullying tidak sekedar regulasi maupun stetmen namun aksi nyata.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan program bangga kencana KKBPK dengan perguruan tinggi dan penandatanganan program advokasi keluarga berencana dengan  Aisyiyah Jawa Tengah dan Muslimat NU Jawa Tengah.

00:00:00 / 00:00:00