• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

SEPUTAR KAMPUS

Kurangi Limbah Sampah, UIN Walisongo Gagas Kelola Sampah

20 February
14:08 2020

KBRN, Semarang : Sebanyak 510 mahasiswa UIN Walisongo Semarang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 34 kelurahan di Kota Semarang dengan tema utama pengolahan limbah plastik. Diambilnya tema tersebut mengingat sampah telah menjadi persoalan sosial masyarakat.

Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Imam Taufiq, M.Ag mengatakan, produksi sampah di Semarang rata-rata mencapai 900 ton per hari. Jika dirinci, rata-rata setiap warga Semarang membuang sampah 1/2 kg per-hari. Namun, pembuangan akhir di Jatibarang hanya bisa tampung 60 persen.

"Berfikir sampah adalah berfikir sosial, tidak lagi persoalan pribadi," imbuhnya pada Festival pemanfaatan limbah plastik di Gedung Oudetrap, Kawasan  Kota Lama Semarang, Kamis (20/2/2020)

Menurut rektor, sampah saat ini tidak lagi disebut barang kotor, tapi dapat dikemas untuk meraih rupiah. Selain itu, pengolahan sampah punya nilai religius, karena membuang sampah pada tempatnya seperti berperan membersihkan lingkungan.

"Mengelola sampah adalah mengelola peradaban. Pengelolaan sampah di UIN Walisongo bagian dari program besar kita. UIN Walisongo akan buat contoh pengelolaan sampah yang bagus di kota Semarang," tambahnya.

Ditempat yang sama, ketua panitia Festival pemanfaatan limbah plastik Dr. Akhmad Arif Junaidi menerangkan, kegiatan festival ini terlaksana atas kerjasama antara LP2M UIN Walisongo, Pemkot Semarang, PKK Kota Semarang, Dharma Wanita Semarang, dan KKN MIT Kota Semarang. Pengolahan limbah plastik digiatkan karena plastik telah menjadi masalah global. Dari data PBB, pada 2015, terdapat 400 juta ton limbah plastik.

"Di media sosial, ada plastik bekas produk mie instan 1993 itu masih ada ada. Artinya plastik sangat sulit diurai. Kalau dibiarkan bisa menjadi ancaman keberlangsungan hidup manusia. Ini harus ada kebijakan konkret," kata Akhmad Arif Junaidi.

Sementara itu, disela-sela festival, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Sapto Adi menjelaskan, pengolahan sampah di Semarang telah dilakukan dengan modern. Sampah yang ada di TPA Jatibarang misalnya telah disulap menjadi listrik berkapasitas hingga 20 ribu watt.

"Yang terbaru sampah plastik kami ubah menjadi aspal. Jadi, jangan buang plastik sembarangan, tapi diolah agar menjadi barang ekonomis," sambungnya.

Dalam kegiatan ini sejumlah aneka rupa pengolahan limbah plastik diantaranya tas, bros, bunga, celengan, tas anyaman, dan sejenisnya. Selain itu juga ditampilkan festival seni dari mahasiswa UIN Walisongo dan kuliner khas Semarangan.

  • Tentang Penulis

    Syamsudin

    Tak Perlu Memikirkan Kemana Akan Berlabuh, Pikirkan Saja Jalan Mana Yang Akan Ditempuh

  • Tentang Editor

    Tika Vilystya Budiman

    Srikandi Reporter RRI Semarang

00:00:00 / 00:00:00