• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Menuju Green Campus, Udinus Manfaatkan Sampah Plastik untuk Aspal Jalan

17 February
16:25 2020
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Menuju Green Campus, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang melakukan terobosan mengaspal jalan menggunakan bahan dasar sampah plastik dipadukan dengan cairan aspal. 

Rektor Udinus Prof. Dr. Ir Edi Noersasongko, M.Kom menjelaskan,  Udinus sebagai institusi pendidikan harus peduli akan isu lingkungan. Satu diantaranya isu mengenai sampah plastik yang merusak bumi.  

Menurutnya, melalui kepedulian terhadap lingkungan tersebut, Udinus mengembangkan aspal berbahan plastik bekerjasama dengan Balitbang kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia yang telah menghamparkan aspal plastik di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain jalan Gempol, Sidoarjo, Jawa Timur, Labuan Bajo, Makasar, dll.  

"Kami langsung mempraktekkan dengan mengaspal jalan sekitar Udinus, dan ini merupakan kegiatan yang diprakarsai Udinus bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang," ucap Prof Edi seusai Soft Launching Hamparan Aspal Plastik di Jalan Lingkungan kampus Udinus, sepanjang 964 meter, bersama Walikota Semarang Hendar Prihadi, Senin (17/2/2020). 

"Melalui kegiatan ini kami ikut serta membantu pemerintah Kota Semarang mensukseskan program Semarang Wegah Nyampah," imbuhnya.

Menurut Edi, kegiatan tersebut sebagai bentuk keprihatinan Udinus karena Indonesia saat ini mejadi negara nomor 2 di dunia yang paling banyak sampahnya. 

“Ini suatu bentuk keprihatinan Udinus bahwa Indonesia ini kok menjadi juara dunia nomor dua paling banyak sampahnya. Tentu kami sangat prihatin dengan kenyataan itu. Sehingga kami mencoba mencari data sebanyak-banyaknya, ternyata memang sampah itu berada dimana-mana,” ungkapnya. 

Guna mempersiapkan plastik sebagai bahan untuk aspal, Udinus menyediakan alat pencacah, serta upaya dalam pengumpulan sampah plastik di beberapa wilayah di Kota Semarang.  

Proses pembuatan aspal plastik dilakukan di AMP (Aspalt Mixing Plant) dengan supervisi teknis dari peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) dan Balai Litbang Penerapan Teknologi Jalan dan Jembatan.  

Jenis sampah plastik yang digunakan berjenis kresek, tidak boleh basah dan harus dengan keadaan bersih.   

Program pengaspalan plastik dikelola langsung oleh Fakultas Teknik Universitas Dian Nuswantoro Semarang.  

Dalam wawancaranya, Dekan Fakultas Teknik Udinus, Dr. Ir.  Dian Retno Sawitri, M.T menjelaskan, bahwa pihaknya melakukan berbagai penelitian dan mencari ilmu di Pusjatan Kota Bandung.  

Menurutnya, pemilihan sampah kresek sebagai bahan baku utama dikarenakan jenis sampah tersebut tidak memiliki nilai ekonomis.   

“Dalam prosesnya pencacahan dilakukan dengan tiga mesin pencacah dengan hasil cacahan ideal 3 mm. Jika ukuran tidak ideal maka tidak bisa menjadi campuran aspal. Sedangkan untuk presentase campuran plastik yakni 6 persen dari total aspal yang dibutuhkan,” tuturnya.  

Diungkapkan pula, bahwa penggunaan plastik sebagai campuran aspal akan menambah kekuatan aspal dari kerusakan sebesar 40 persen, jika dibandingkan dengan aspal tanpa plastik. 

“Kekuatan aspal plastik sudah diteliti di Pusjatan dan BBPJN 7 Surabaya dan kegiatan ini juga sebagai langkah pengurangan plastik di lingkungan,” jelasnya. 

Sementara itu Walikota Semarang Hendrar Prihadi seusai meresmikan secara simbolis pengaspalan jalan berbahan campuran plastik di kelurahan Pindrikan kidul, Semarang mengapresiasi ide yang dilakukan oleh Udinus tersebut.  

"Setahun yang lalu pak Rektor Udinus sudah ketemu saya telah menyampaikan idenya untuk mengolah aspal yang dicampur dengan plastik. Dan alhamdulillah hari ini kita semua menjadi saksi bahwa ide itu telah terealisasi dengan bentuk pengaspalan jalan di daereh Pindrikan kidul ini. Maka sebagai bagian dari sedulurnya Udinus dan juga atas nama pemerintah kota Semarang saya mengucapkan selamat,” ucapnya. 

Menurutnya Udinus merupakan perguruan tinggi pertama yang memikirkan sampah plastik menjadi bahan campuran aspal.  

“Ini bukan persoalan mahal dan murah. tapi ini membuat jalan lingkungan menjadi halus, disamping itu juga bisa mengurangi masalah pencemaran lingkungan, khususnya pencemaran sampah plastik,” tegasnya. 

Pengaspalan jalan di sekitar Udinus tersebut membutuhkan sekitar 444 ton aspal dan 1,6 ton sampah plastik yang sudah dicacah. 

Selain pengaspalan jalan, di kampus Udinus juga diadakan Seminar bertemakan daur ulang sampah yang dilaksanakan di gedung E lantai 3, yang menghadirkan pembicara dari Dinas Lingkungan Hidup kota semarang, Asosiasi Daur Ulang Sampah Indonesia (ADUPI), dan PT Chandra Asri yang merupakan industry plastik ternama di Indonesia. (don).


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00