• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Rukun Dalam Pluralisme, Kapolres Rembang-Ulama Siap Lasem Jadi Barometer Tangkal Radikalisme

14 February
22:30 2020
0 Votes (0)

KBRN, Semarang: Kepolisian Resor (Polres) Rembang beserta jajarannya memberi atensi besar terhadap masalah radikalisasi dan intoleransi yang mengkhawatirkan saat ini.

Hal tersebut dikemukakan Kapolres Rembang AKBP Dolly Arimaxionari Primanto saat Silaturahmi ke Pondok Pesantren Kauman Lasem Rembang dalam Sosialisasi deradikalisasi kepada para tokoh agama dan kaum milenial di kabupaten Rembang, Jumat (14/2/2020)

“Rembang dan jajaran sangat atensi sekali dengan perintah bapak Kapolri terkait dengan radikalisasi dan intoleransi yang berkembang saat ini, Alhamdulilah bisa saya nyatakan di polres rembang ini tidak ada,” katanya.

Menurutnya, ia sependapat dengan Pimpinan Ponpes Kauman Lasem Rembang KH. Zaim Ahmad (Gus Zaim) yang menyebut bahwa lasem merupakan wilayah pluralisme dengan berbagai agama dan etnis yang hingga kini terjaga kerukunanya.

‘Kami pastikan wilayah Rembang masyarakatnya guyup dan tentunya saling menghargai satu sama lain, karena saya melihat barometernya di lasem ini merupakan salah satu contoh dari beberapa kecamatan yang guyup rukun,” terangnya.

Guna mempertahankan kerukunan ditengah ancaman radikalisme, Dolly mengaku terus mengintensifkan sosialisasi kepada kalangan millenial dengan menyasar media sosial.

“Ini sekarang tinggal ke millenialnya, saya akan Intens di medsos karena sangat penting masalah medsos karena kan mudah terprovokasi, mungkin mas bisa liat masyarakat kita sangat mudah menyebarkan berita yang tidak tau sumbernya, yang tidak mengerti isinya,” tuturnya.

Bahkan, kalangan millenial di Rembangpun turut dirangkul dalam menciptakan situasi kamtibnas melalui pembentukan MPR (Milenial Penjaga Rembang).

“Rencana mau melaunching MPR (Milenial Penjaga Rembang) yang akan diresmikan fokopimda, bupati dan dandim. Kita juga mendapatkan penghargaan dari lembaga prestasi dunia salah satunya dalam membentuk MPR itu,” tambahnya.

Ia pun berpesan agar masyarakat khususnya millenial dapat lebih bijaksana dalam bermedsos.

“Pesan saya masyarakat untuk lebih disaring dulu sebelum mengshare, silahkan bermedsos yang sehat dan bermartabad,” pesannya.

Pimpinan Ponpes Kauman Lasem Rembang KH. Zaim Ahmad (Gus Zaim) menjelaskan kerukunan yang ada di lasem tak hanya menjadi barometer bagi wilayah Rembang, namun diharapkan menjadi barometer bagi negara lain.

“Nah di lasem, ini salah satu contoh masyarakat yang plural, saya berharap lasem yang heterogen ini bisa jadi contoh bagi masyarakat lain dan kecamatan lain , kabupaten bahkan negara lain untuk kehidupan yang harmonis,”

Menurutnya, salah satu menangkal radikalisme dapat diupayakan dengan memberikan pemahaman agama secara utuh atau universal disamping menerapkan praktik perilaku dalam kehidupan sehari hari yang harmonis.

“Ada satu hal yang menurut saya sangat penting melebih sekedar teori teori, saya sangat menghargai peran FKUB. Tetapi saya sangat senang dengan praktik praktik yang kecil, misalnya kita tetangga yang baik, kalau misalnya ada tetangga yang meninggal apapun agamanya kita takziyah, kita jagongan tidak apa apa, itu cara berkehidupan yang harmonis,” pungkasnya.


 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00