• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Deteksi Dini Radikalisme di Desa, Polres Grobogan Rangkul FKUB

13 February
23:00 2020
0 Votes (0)

KBRN, Semarang: Kepolisian Resor (Polres) Grobogan Jawa Tengah bersama dengan seluruh elemen masyarakat, dan Forum Kerukunan Umat Berama (FKUB) terus mengencarkan deteksi dini radikalisme  hingga di plosok desa.

“FKUB ada disemua kecamatan, dengan adanya forum FKUB yang ada, apabila ada paham radikalisme di desa kami bisa mengetahui secara dini, dan kami segera dengan elemen yang ada segera turun untuk mencegah paham radikalisme yang ada,” kata Kapolres Grobogan AKBP Ronny Tri Prasetyo saat melakukan komunikasi dengan FKUB di Grobogan, Jumat ( 13/2/2020)

Babinkamtibnas juga terus memantau seluruh tempat ibadah guna memastikan tidak ada kegiatan yang menyimpang.

“Babinkamtibnas kami masuk di tiap jemaah dan tempat ibadah, untuk mengetahui ada atau tidak radikalisme,” tuturnya.

Menurutnya, upaya preventive juga di upayakan melalui gerakan bersama dengan pemerintah kabupaten hingga di tingkat kecamatan guna memantau penduduk baru yang datang.

“Apabila ada pendatang baru RT RW memberitahukan dan mengecek, kami bersama-sama mencari tahu latar belakang pendatang bersama kabupaten hingga kecamatan, dan didata sesuai E-KTP yang ada,” katanya.

Pencegahan sejak dini juga digalakan melalui sosialisasi yang menyasar kalangan millenial.

“Kita mulai SD,SMP, hingga SMA  babinkamtibnas kami masuk kesana, bersama ormas  dan FKUB serta mengajak pemuda kita di tiap acara,” terangnya.

Menurut AKBP Ronny, tingkat intoleransi di Grobogan meski ada kasus namun masih sangat minim sekali dan dapat ditekan.

“Kita sudah membentuk (gema) genarsi muda lintas agama itu sagat membantu kami, dengan adanya FKUB ditiap tiap keamatan bisa kita tepis,” tambahnya.

Ia menyebut hingga kini wilayah Grobogan relative kondusif dan tidak ada gesekan sama sekali yang terjadi diwilayah ini.

“Kemarin saat umat beragama memperingati hari raya, suatu contoh saat natal dan tahun baru, saat umat kristiani melakukan ibadah, yang umat muslim mengamankan,” seraya mencontohkan.

Ketua FKUB Grobogan, Muhammad Toha Karim menerangkan kehadiran FKUB di kecamatan telah menjadi inisiative pihaknya sejak tahun 2019. Upaya ini menjadi trobosan karena hanya ada di Grobogan dari seluruh daerah di Indonesia.

“Tujuan kami untuk lebih cepat menangani mendeteksi adanya konflik-konflik di tingkat kecamatan yang ada di kabupaten Grobogan, kita melakukan pembinaan di ormas-ormas agama, juga di sekolah sekolah SMA, SMK, termasuk upaya pencegahan narkoba dan HIV AIDS itu udah berjalan di tahun 2018 dan 2019,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00