• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Eks Napiter Bom Bali I : Jangan Salah Mencari Guru Spiritual

12 February
12:36 2020
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Eks narapidana teroris (eks napiter) Jack Harun, Rabu (12/02/2020), ikut menjadi narasumber dalam sarasehan Penguatan Nilai-nilai Kebangsaan di SMKN 8 Solo. Dalam sesi tersebut dirinya menceritakan bagaimana Ia bisa masuk dalam jaringan teroris Noordin M Top dihadapan kepala sekolah, guru, siswa dan rohis se-eks Keresidenan Surakarta.

Awalnya Jack sapaan akrabnya di panggil Gubernur Ganjar Pranowo dipembukaan sarasehan tersebut. Disini Ganjar bertanya bagaimana Ia dapat terjerumus didunia kelam tersebut.

Namanya Joko Triharmanto alias Jack Harun. Selama bergabung dengan jaringan Noordin M. Top dia bertugas merakit bom, salah satunya untuk aksi Bom Bali 1 pada 12 Oktober 2002 silam.

"Ketika itu saya hanya melihat berita dan video dari kepingan VCD tentang pembantaian kepada muslim di Ambon dan tempat lain akhirnya saya bertekad untuk membalas dendam dan akhirnya ikut terlibat di pengeboman Bali yang pertama," kata Jack. 

Ternyata panasnya jeruji besi secara perlahan melunakkan pemikirannya. Meski sempat menolak ideologi Pancasila, Jack mengatakan setelah menerima wejangan kedua orangtua dan mendengar tangisan istrinya, hatinya benar-benar luluh. Sampai akhirnya dia merasa sangat bersalah kepada para korban, dan berikrar kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Untuk generasi muda, kita perlu banyak belajar dan mengambil guru yang tepat. Kepada guru saya pesan, ada beberapa anak muda yang dianggap nakal, jangan dikucilkan dan diasingkan. Pengalaman saya, mereka yang dibully akan menambah mereka jadi nakal. Komunikasi yang utama," katanya.

Sementara itu, Ganjar pun mengamini perkataan Jack Harun yang menyebut pentingnya mencari guru yang tepat dan tidak serta merta menelan mentah-mentah informasi yang diterima.

"Teknologi informasi penting dan bagus, tapi harus hati-hati. Mungkin tidak benar, mungkin itu sebuah propaganda. Kalian bisa dipengaruhi oleh siapapun, maka carilah guru yang benar dan baik," katanya. 

Republik ini lahir tidak begitu saja. Melalui perjuangan dan diskusi panjang yang melibatkan banyak pihak dan berbeda-beda. Sehingga menurutnya narasi yang menolak perbedaan mesti dilawan. 

"Karena tadi ada contoh, eks napiter bercerita langsung. Dengan menghadirkan pelaku ini semoga memberi pencerahan kepada anak-anak kenapa bisa terjadi seperti itu, dan dari mana pintu masuknya. Serta bagaimana mencegahnya. Yuk kita ciptakan kerukunan karena tantangan kita lebih besar," kata Ganjar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00