• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Pasien Kanker Anak di Indonesia Paling Banyak Menderita Leukemia

5 February
19:26 2020

KBRN, Semarang : Angka kejadian kanker anak di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Menurut konsultan Hematologi, Onkologi Anak RSUP dr. Kariadi Semarang, dr. Bambang Sudarmanto, Sp.A(K), MARS, dari semua kejadian kanker anak di Indonesia, paling banyak adalah leukemia, yaitu mencapai 38 % hinggi 40 % dari seluruh penyakit kanker anak.  

Menurutnya, di RSUP dr. Karadi penyakit kanker anak meliputi Leukemia atau kanker darah dan kanker padat yang terdiri dari linvoma atau kelenjar getah bening, kanker otak, kanker ginjal, dan kanker otot.  

“Di RSUP Kariadi angka kejadian kanker pada anak 42 persen adalah leukemia, sedangkan yang lainya adalah kanker padat yaitu hampir 52 persen. Jadi sebagian besar adalah kanker ganas,” jelasnya di sela kegiatan peringatan hari Kanker Sedunia yang diselenggakan RSUP dr. Kariadi Semarang, Rabu (5/2/2020).   

Ditambahkan, bahwa meskipun kanker belum ditemukan dengan pasti penyebabnya, namun kanker bisa disembuhkan asal penemuannya sejak awal. Alur prosesnya adalah ketika pasien itu datang, diharapkan mulai dari Rumah Sakit fasilitas pelayan kesehatan primer maupun sekender datang tidak terlambat. Sementara selama ini pasien yang datang di RSUP Kariadi 70% sudah dalam stadium lanjut. 

“Ini yang harus di catat bahwa pasien yang datang ke Rumah Sakit Kariadi sebagai Rumah Sakit rujukan saat ini, ada data itu kurang lebih 70 persen baru datang pada stadium lanjut. Artinya bahwa deteksi dini di fasilitas pelayanan primer, di fasilitas pelayanan sekunder segera dilakukan dengan baik,” tegasnya. 

Sementara, dr. Djoko Handoyo,Sp.B,Onk, Sub Spesialis Bedah Onkologi RSUP dr. Kariadi menambahkan, untuk kasus kanker secara umum, selama ini yang paling tinggi adalah kanker payudara, menyusul kanker serviks, kanker prostat, kanker paru dan baru kanker tenggorakan. Menurutnya, meskipun kanker tidak bisa dicegah, namun yang penting perlu deteksi dini. 

“Jadi pencegahan dalam penyakit kanker itu, terus terang penyakit kanker itu tidak bisa dicegah, tapi yang bisa kita lakukan adalah deteksi dini, mengetahui seawal mungkin kalau ada tanda-tandanya. Dan satu hal yang akan saya sampaikan pada masyarakat adalah setiap ada benjolan di bagian tubuh segerakah datang ke dokter,” ungkapnya.

“Karena umunya yang terjadi pada awal tumor itu adalah tumbuhnya benjolan yang tidak terasa sakit, dan biasanya orang mengabaikan itu. Kemudian baru datang ke rumah sakit setelah besar dan merasa sakit. Jangan ditunggu sampai besar apalagi sampai luka. Itu yang  biasanya pasien datang terlambat. Selain juga karena takut dan sebagainya,” imbuh Djoko Handoyo yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jateng tersebut. 

Peringatan Hari Kanker Se Dunia yang diselenggarakan di Gedung Kasuari, Kompleks RSUP dr. Kariadi dibuka secara resmi oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr. Kariadi, dr. Agoes Oerip Poerwoko, Sp.OG (K) MARS. Dalam sambutannya Agoes Oerip menuturkan bahwa, hari ini adalah memperingati hari Kanker Sedunia, yang mestinya diperingati setiap tanggal 4 Februari. Diungkapkan pula, bahwa kasus Kanker menduduki yang tertinggi di RSUP dr. Kariadi.  

“Jadi pasien Kanker adalah yang paling banyak di RSUP kariadi,” imbuhnya. 

Dijelaskan pula, bahwa Gedung Kasuari memang dibangun didedikasikan khusus untuk pelayanan kanker, karena setiap hari jumlah pasien terus meningkat. 

“Selain pasien terus bertambah, kami berharap kepuasan pasien dalam mendapatkan pelayanan juga semakin meningkat,” pungkasnya. (don).

00:00:00 / 00:00:00