• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Wabup Tegal Kunjungi Tempat SKD- CPNS Hari Kedua di Udinus

2 February
14:36 2020
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Para peserta Tes seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2019 untuk Kabupaten Tegal, harus optimis dan yakin dengan kemampuan diri sendiri. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Tegal Sabililah Ardie, saat memberikan pengarahan kepada para peserta tes SKD CPNS tahun formasi 2019 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Minggu (2/2/2020).
 
"Kami terus beri support para peserta tes untuk Kabupaten Tegal," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sabililah juga mengapresiasi terhadap panitia penyelenggara maupun Udinus yang telah mempersiapkan tes dengan sangat baik dan rapi. 

"Fasilitas yang disiapkan juga lengkap dari mulai fasilitas ibu hamil hingga peserta disabilitas," ungkapnya setelah meninjau lokasi tes CPNS,

"Laboratorium komputer milik Udinus  sangat lengkap, keadaan ruangan juga bersih dan suhu ruanga nyaman bagi para peserta,” imbuhnya.

Kegiatan SKD-CPNS dari Kabupaten Tegal diselenggarakan di Universitas Dian Nuswantoro Semarang selama 7 hari yaitu dari tanggal 1 hingga 6 Februari 2020 dan setiap harinya terbagi dalam 4-5 sesi. 

Memasuki hari kedua pelaksanaan tes SKD, Wakil Bupati Kabupaten Tegal, Sabililah Ardie, BSc bersama jajaran dan panitia dari Udinus yang diwakili oleh Ketua Panitia Tes CAT CPNS dari Udinus, Mohamad Sidiq S.Si ,M.Kom melakukan tinjauan ulang pelaksanaan tes tersebut.

SKD  CPNS tahun formasi  2019 menggunakan system Computer Assistant Test (CAT). Seleksi tersebut dilakukan di laboratorium komputer Udinus yang berada di gedung D lantai 2 Udinus. 

Tidak hanya dari segi kualitas persiapan laboratorium komputer saja, persiapan bagi peserta yang disabilitas, ibu hamil dan peserta yang berkebutuhan khusus, juga telah dipersiapkan.

Dalam tes SKD formasi tahun 2019 kali ini, menggunakan jaringan lokal dan setiap peserta diberikan waktu 90 menit untuk pengerjaannya.

Sementara untuk peserta penyandang disabilitas mendapatkan tambahan waktu sekitar 30 menit. 

Sebelum memasuki ruangan, para peserta juga harus melewati beberapa proses mulai dari penitipan barang, tes metal detector, hingga pengarahan dari penyelenggara acara. Setiap peserta hanya diperkenankan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. 

Rosidah, peserta asal Kabupaten Tegal, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas maupun pengarahan dari paniti penyelenggara. Menurutnya alur yang telah disiapkan pun juga sangat tertata rapi dan teratur. 

“Saya dari kabupaten Tegal menginap sehari di Kota Semarang, tidak ada kendala waktu mengerjakan tes tadi. Semoga bisa lolos untuk tes kali ini,” tuturnya. (don).

00:00:00 / 00:00:00