• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

LSM GPN Dan SPH Merasa Miris Maraknya Praktek Judi Di Kota Semarang

27 January
08:57 2020
0 Votes (0)

KBRN, Semarang: Kasus perjudian di Kota Semarang mengundang keprihatinan banyak kalangan,  seperti LSM Sahabat Peduli Hukum (SPH). 

Dari data yang dihimpunnnya tercatat sebanyak 127 pelaku tindak pidana kejahatan perjudian di proses di Pengadilan Negeri (PN) Semarang mulai 2017-2019.

"Tahun 2017 ada 56 pelaku, 2018 ada 43 pelaku dan 2019 ada 27 pelaku. Kalau berkas perkaranya memang sedikit 2017 ada 27 perkara, 2018 ada 17 perkara, sedangkan tahun 2019 ada 18 perkara. Jadi mirisnya jumlah pelaku ada yang 1 hingga 9 orang,” kata Sekretaris SPH Jateng, Darma Wijaya Maulana, Senin (27/1/2020).

Jumlah pelaku terbanyak, lanjutnya, terjadi pada 24 Januari 2019, ada 9 pelaku dilimpahkan untuk disidang, ada pula yang kebanyakan 3-5 pelaku. Ia merasa miris atas masalah itu, apalagi banyaknya judi jenis togel, kuda lari, hongkong, sabung ayam dan banyak lagi, masih beroperasi di Kota Semarang.

“Kami harap kepolisian bertindak tegas, apa gunanya ada babinsa dan babinkamtibmas, kalau judi saja ndak bisa mencium. Kami prihatin karena yang jadi korban kebanyakan ekonomi menegah ke bawah,” tandasnya.

Namun demikian, tak dipungkirinya, banyak pelaku perjudian dengan vonis rendah, mendapatkan pembelaan meski telah tertangkap 2-3 kali pada kasus yang sama. Dengan demikian atas masalah tersebut, pihaknya meminta Polrestabes Semarang dan Polda Jateng bersama TNI untuk menertibkan ujung pangkal yang membekingi adanya perjudian tersebut.

“Sekalipun putusannya rendah, kasihan kalau untuk penghidupan saja terkadang susah, tapi dibela-belain untuk ngutang pasang judi. Bagaimanapun namanya judi tidak ada yang positif, pasti merugikan,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Semarang Raya, Aryo Permana Kurniawan, juga mengaku miris atas maraknya perjudian. Bahkan pihaknya berencana akan melakukan aksi atas maraknya permasalahan tersebut. Ia mengatakan, penyakit masyarakat jenis judi itu pada beberapa bulan terakhir banyak menggurita hampir diseluruh lapisan masyarakat. Dikatakannya, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya perjudian itu sudah mengganggu dan meresahkan masyarakat.

"Dari hasil investigasi kami di lapangan masih perlu dilakukan penertiban di kecamatan, bahkan banyak yang terang-terangan jualan kupon togel, kuda lari dan sejenisnya. Kami juga berencana kerahkan masa mendemo masalah perjudian ini,” tandasnya.

00:00:00 / 00:00:00