• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

ACT Berkomitmen Dampingi Mbak Iyah, Penderita Gangguan Mental

29 January
19:53 2020

KBRN, Kabupaten Semarang : Sukiyah atau biasa dipanggil Mbah Iyah hidup sebatang kara di Dusun Karangombo, Desa Polobugo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Mbah Iyah yang telah berusia 50 tahun ini mengalami buta sejak usia 5 tahun dan mengalami gangguan jiwa sejak berusia 10 tahun.

Penderitaannya semakin lengkap dengan hidupnya yang sebatang kara di dalam rumah berukuran sekitar 3x6 meter.

Selama 27 Tahun, Sukiyah mengurung diri di dalam rumah, sedangkan untuk makan diberi oleh tetangga secara bergantian. Selama mengurung diri rambutnya tidak pernah dipotong hingga gimbal sepanjang 2 meter.

Melihat kondisi tersebut, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT Jawa Tengah Ardian Kurniawan Santoso,  merasa prihatin.

“Rambutnya alot. Bulu kuduk saya merinding semua saat melihat rambutnya terdapat beberapa hewan kecil,” cerita Ardian saat ditemui tim ACT, Rabu (29/1/2020).

Setelah rambutnya dipotong, Sukiyah dimandikan dan diberi baju serta kursi roda oleh para relawan. Setelah itu dibawa ke yayasan sosial yang tidak jauh dari rumahnya dan akan dirawat selama 3 bulan. 

“Bagaimana bisa kita membiarkan seorang manusia dalam keadaan seperti itu. Kita semua harus memanusiakan manusia apapun keadaannya. Ia berhak mendapatkan perlakuan yang baik dan manusiawi," ujarnya. 

Sejalan dengan itu, Kepala Cabang ACT Jateng Giyanto berkomitmen masih akan terus mendampingi Sukiyah agar hidup lebih layak.

“Insya Allah sudah kita siapkan program rumah layak huni untuk Sukiyah dan pemberian bantuan kemanusiaan. Tentu kami tidak bisa berjalan sendiri, kami mengajak segenap masyarakat untuk bersama berbuat kebaikan,” ucap Giyanto.

  • Tentang Penulis

    Syamsudin

    Tak Perlu Memikirkan Kemana Akan Berlabuh, Pikirkan Saja Jalan Mana Yang Akan Ditempuh

  • Tentang Editor

    Lucky Setiawan

    Menulislah jika ingin diingat,...

00:00:00 / 00:00:00