• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Lokasi Kerajaan Agung Sejagat Diusulkan Jadi Objek Wisata

21 January
22:15 2020
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Dewi Anjani, adalah satu dari sekian ratus orang yang memadati kerajaan Agung Sejagat. Rasa penasaran muncul akan viralnya kerajaan yang terus beredar dimedia sosial beberapa waktu lalu ini.

"Penasaran ya. Makanya kesini sama mama papa dan adik. Sekalian jalan-jalan saja,"ujarnya yang tinggal sekitar 4 Km dari Desa Pongung Juru Tengah.

Ya, inilah tanggapan warga dari ratusan pengunjung yang dapat kami mintai pendapat tentang keberadaan Kerajaan Agung Sejagat di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan Kab. Purworejo. Pasca viralnya kerajaan ini di media sosial, sampai sore kemarin, hilir mudik pengunjung dari berbagai daerah datang untuk menyaksikan kerajaan fiktif tersebut.

Terlepas dari kasus hukum yang saat ini dijalani raja dan ratu palsu. Percaya atau tidak tempat kerajaan fiktif ini sekarang ramai justru sebagai destinasi wisata dadakan desa pogung juru tengah.

Hal ini terlihat dari pantauan kami dilokasi Selasa (21/01/2020) sore, kerajan Agung Sejagat. Ramainya warga yang penasaran ini menjadikan ladang perekonomian baru, mulai dari parkir, penjual makanan dan minuman, sampai mainan anak-anak. 

Menurut  Doni, salah satu penjual minuman yang kami temui, biasanya lokasi kerajaan agung sejagat ini ramai mulai jam satu siang sampai magrib.

"Biasanya ramai mulai habis dhuzur sampai jelang magrib," terangya.

Sementara melihat kondisi ini, Gubernur Jawa Tenga h Ganjar Pranowo beranggapan jika perangkat desa bekerjasama dengan pemilik lahan untuk menjadikan kerajaan agung sejagat sebagai destibasi wisata baru yang dikelola warga. Dorongan ini muncul ,mengingat animo masyarakat yang tinggi, penasaran dengan kondisi kerajaan abal-abal ini.

"Tadi saya sempet tanya warga yang datang. Mereka penasaran tapi saat saya tanya 'percaya tidak ada kerjaan disini (desa pogung juru tengah) pada jawab tidak. Ini justru menarik. Perangkat desa mesti liat ini sebagai potensi pariwisata,"imbunya.

Sementara itu Sekda Kab. Purworejo Said Abdullah yang mendampingi gubernur menambahkan jika sah-sah saja apabila kerajaan yang bangunannya belum jadi seratus persen ini digunakan untuk destinasi wisata. 

"Silahkan kalau mau jadi jujugan pariwisata.Namun perlu adanya perizinan yang harus diurus oleh perangkat desa, termasuk IMB nya. Kalau izin komplit kita dukung penuh,"imbuhnya.

Dari lokasi kerajaan agung sejagat ini, polisi telah memberikan garis tanda larangan masuk, meski demikian hal itu tidak menyurutkan animo masyarakat untuk ingin lihat lebih dekat. Keberadaan petugas kepolisian tak dihiraukan pengunjung yang terus mengabadikan batu besar yang dianggap sang raja sebagai sebuah prasasti.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00