• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Bencana Alam

2 Kecamatan Terancam Banjir Akibat Amblasnya Tanggul Kali Bodri

2 January
14:17 2020
0 Votes (0)

KBRN, Kendal : Hujan deras seharian di Kabupaten Kendal pada awal tahun kemarin memberikan dampak pada Tanggul Kali Bodri yang berada di Dusun Pilang, Desa Lanji  Kecamatan Patebon mulai amblas.

Kepala Dinas PUPR Kendal Sugiyono menjelaskan, amblasnya tanggul tersebut semula hanya 6 hingga 10 meter, lantaran derasnya hujan dan kondisi tanah yang tidak memiliki daya rekat sehinnga tanah amblas mulai melebar hingga 75 meter.

“Pertama hanya 6 sampai 10 meter, kemudian selasa tambah lagi dan trakhir hujan deras yang sebelumnya sudah retak menjadi amblas sampai 75 meter. Penyebabnya tanah saat basah mengalami penambahan berat jenis dan kohesi atau daya rekatnya nol,” jelas Sugiyono, Kamis (2/1/2020).

Sementara sebagai antisipasi dari pihak Kabupaten, pinggiran tanggul yang berdekatan dengan perumahan warga telah diberikan bronjong yang dilakukan oleh BPBD Kendal dengan menggunakan dana tidak terduga Bupati Kendal. 

Dilain pihak Kepala BPBD Kendal Sigit Sulistyo mengatakan, jika kondisi tanggul telah dilaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah dan mulai dilakukan rapat koordinasi.

“Hari ini sudah mulai dilakukan rapat koordinasi dengan Pusdataru Provinsi, sebelumnya pihak Pusdataru juga sudah melakukan pengecekan pada hari senin,” terang Sigit Sulistyo.

Adapun dampak lain jika tidak segera dilakukan penanganan Tanggul Kali Bodri, Sigit menambahkan banjir yang diakibatkan dapat mengancam hingga 2 Kecamatan yaitu Patebon dan Kendal.

Panjang Talud Beton yang longsor 80 meter dengan ketinggian sekitar tujuh meter. Akibatnya tanggul tanah Kali Bodri yang memisahkan dengan pemukiman warga hanya tersisa dengan ketebalan satu meter dan panjang 20 meter.

  • Tentang Penulis

    Adetya krisna Prastyo

    Kontributor RRI Semarang "Loyalitas dan Integritas"

  • Tentang Editor

    Lucky Setiawan

    Menulislah jika ingin diingat,...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00