• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Bencana Alam

Abrasi Desa Bedono Kab Demak, Akibatkan Dua Dukuh Tenggelam

6 December
14:56 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Memiliki rumah dan lingkungan yang asri dan layak ditinggali menjadi impian setiap manusia. Namun kenyataannya tidak semua mendapatkan hal demikian, seperti yang terjadi di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. 

Akibat terjangan abrasi sejak sekitar tahun 2000 sudah dua dukuh yakni Rejosari dan Tambaksari di Desa Bedono terpaksa pindah diakibatkan tenggelam. Sekitar 500 kepala keluarga didua desa tersebut pindah akibat tidak tahan setiap tahun rumahnya selalu terendam air rob.

Salah satu warga Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Rihwanto ketika didatangi RRI menyampaikan, akibat abrasi dukuh Rejosari dan Tambaksari saat ini tenggelam. Adapun dari informasi yang diterimanya, sekitar tahun 2005 warga dua dukuh tersebut  disediakan lahan relokasi oleh pemerintah, namun untuk bangunan ditanggung yang akan menempati. 

"Saya lahir disini pada tahun 1985, sebelumnya tidak terkena rob, hingga pada sekitar tahun 2000 rob masuk ke perkampungan," ujarnya, Jumat, (6/12/2019). 

Dikatakan, meski selalu terkena rob, dirinya tidak dapat pindah ke tempat lain karena memiliki lahan di Desa Bedono yang digunakan sebagai mata pencahariaan sebagai petani tambak.

"Ya pengennya pindah, namun sudah terlanjur mencari nafkah sebagai petani tambak disini jadi ya mau bagaimana lagi," ucapnya.

Lebih lanjut Menurut Rihwanto, bantuan pemerintah terhadap dampak abrasi di Desa Bedono sangatlah minim. Adanya dana desa selama ini digunakan untuk fasilitas umum seperti perbaikan dan peninggian jalan. 

“Rumah disini kayak mengontrak, setiap lima tahun selalu merenovasi rumah agar tidak tenggelam. Ada dana desa paling ya digunakan untuk jalan, tidak untuk membantu warga melakukan perbaikan rumah,” keluhnya. 

Sementara itu, warga Desa Bedono lainnya Salbiyah mengeluhkan rumahnya yang mengalami penurunan tanah setiap tahun. Padahal awal mula tinggi rumahnya  dari jalan berjarak satu meter, namun kini malah lebih rendah dua meter dari jalan. 

“Bantuan dari pemerintah kepada warga ada, kemarin kayaknya dari kementerian kelautan, berupa rumah panggung, renovasi rumah dan jalan. Namun untuk rumah panggung hanya beberapa warga yang menerima,” ujarnya. 

  • Tentang Penulis

    Syamsudin

    Tak Perlu Memikirkan Kemana Akan Berlabuh, Pikirkan Saja Jalan Mana Yang Akan Ditempuh

  • Tentang Editor

    agus heriyanto

    Peluang tidak datang sewaktu-waktu, Anda yang menciptakannya." Semangat Tanpa Henti untuk RRI

00:00:00 / 00:00:00