• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kampanyekan Stop Nikah Dini Lewat Kragan Expo

30 November
20:23 2019
1 Votes (3)

KBRN, Rembang : Ribuan orang dari muda- mudi hingga orang tua memadati Lapangan Sepakbola Desa Sumurpule Kecamatan Kragan untuk mengikuti Kragan Expo Center, Sabtu (30/11/2019). Di tahun ini kegiatan yang digagas oleh Aliansi Yes I Do bekerjasama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) untuk graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan.

Manajer Program PKBI Jawa Tengah, Dwi Yunanto Hermawan mengatakan Kragan Expo Center bertujuan untuk mendukung kegiatan Yes I Do yang sudah berjalan kurang lebih tiga tahun di Rembang. Kegiatan yang dikolaborasikan dengan temu kangen sekaligus Graduasi KPM PKH ini juga menjadi kesempatan emas untuk memasyarakatkan program Yes I Do.

"Di dalam sinkronisasi program PKH dan Yes I Do yang dihadiri ribuan orang ini adalah momentum yang pas untuk mengkampanyekan dan mengajak semua elemen masyarakat terutama di wilayah Kecamatan Kragan untuk turut serta mensukseskan program pencegahan perkawinan anak dan lainnya, " terangnya.

Menurutnya selama tiga tahun Yes I Do berjalan , angka perkawinan anak cenderung menurun. Selain itu para remaja yang terlibat dalam program Yes I Do menunjukkan potensi yang luar biasa, selain itu peran KPAD dan kebijakan di level Desa sangat mendukung anak- anak dapat meneruskan sekolah dan karirnya sehingga tidak menikah diusia yang tergolong terlalu muda.

Di dalam kegiatan itu juga berdiri belasan stand yang menampilkan berbagai produk kuliner. Dimana mereka adalah kelompok para Penerima PKH dan sejumlah kelompok remaja dan desa dampingan Yes I Do.

Di sesi akhir panitia juga menggelar talkshow bertema Keluarga Sehat dan Berkualitas. Talkshow tersebut mengedukasi masyarakat bagaimana membangun sebuah keluarga yang benar- benar memperhatikan perkembangan anak dan kesehatannya.

Sementara itu Bupati Rembang H.Abdul Hafidz mengapresiasi gerakan Yes I Do dimana Kabupaten Rembang memang membutuhkan peran pemuda yang berkualitas. Untuk menuju kesana hanya bisa diraih dengan bekal ilmu dan pendidikan.

Ia seringkali menghimbau bahwa perencanaan untuk menikah atau berkeluarga harus matang. Menikah diusia dini bisa menjadi salah satu penyebab dari kemiskinan jika ekonomi suami dan istri masih labil, kemudian juga bisa menjadi penyebab kematian bayi ataupun ibu saat melahirkan jika kesiapan jasmani seseorang masih belum siap. (Mifta)

  • Tentang Penulis

    mifta

    <p>kntributor wilayah rembang, </p><p>HP:081910776279</p>

  • Tentang Editor

    Lucky Setiawan

    Menulislah jika ingin diingat,...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00