• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Waspadai Modus Baru Bandar Narkoba

16 November
04:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, semarang : Masyarakat patut mewaspadai bahwa saat ini para bandar narkoba menggunakan modus baru dalam mengedarkan barang haram itu, di kalangan generasi muda. Untuk menanggulanginya, perlu kerja sama dengan berbagai pihak.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang, AKBP. Windarto saat menjadi narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi dengan Dinas Terkait di Kalisalak, Kabupaten Batang, Jum’at (15/11/2019).

“Jadi kalau dulu orang menjual mesti transaksi misalnya Mr. X dan Mr. Y ketemu, ini barangnya langsung bayar. Sekarang nggak, semua transfer barang ditanam dulu,” papar AKBP Windarto di hadapan para kepala desa dan lurah.

Ia menerangkan, modus baru itu membuat petugas sedikit kesulitan, karena proses transaksi jual beli melalui ATM. 

“Dan ini berlaku hampir di seluruh kabupaten, pola seperti ini dipakai. Maka kita perlu hati-hati, terutama anak-anak kita harus diawasi,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Sekretaris Lurah Karangasem Selatan, Rahadian Amaidi mengepresiasi langkah cepat BNNK Batang menangkap sindikat pengedar narkotika jenis ganja seberat 6,3 kg, beberapa waktu lalu.

Melihat kecepatan penanganan kasus itu, ia mengharapkan BNNK Batang terjun langsung ke tengah masyarakat, agar peredaran gelap narkotika di tingkat terkecil pun dapat diketahui.

“Ada orang yang sudah kecanduan narkoba, tapi mau saya ajak ke sini dia takut nggak berani. Maka saya mohon izin dari BNNK Batang, turun ke bawah coba, kalau bisa lakukan tes urine,” ungkapnya.

Rahadian mengharapkan, dengan dilakukannya tes urine, akan diketahui ada tidaknya pengedar atau pemasok barang haram itu di wilayahnya.

Di akhir acara, BNNK Batang mengharapkan agar ada sinergi yang baik antara kedua belah pihak dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Sehingga cita-cita Kabupaten Batang yang “BERSINAR” (Bersih Dari Narkoba) dapat terwujud. (Heri/don).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00