• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

'WIL' Akui Terima Kucuran Ratusan Juta, Oknum Mantri BRI Kendal Di Tahan.

14 November
20:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang: Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menahan tersangka oknum Marketing dan analisis mikro (Mantri) BRI Kendal inisial (YY) atas dugaan Kasus Kredit Umum Pedesaan atau Kupedes Fiktif BRI unit Kendal.


Seperti diketahui Kejati Jateng telah menetapkan 2 tersangka dalam kasus ini yaitu Mantri (YY), dan rekannya yang bertindak sebagai makelar berinisial (J).


Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng Ketut Sumedana mengatakan dari 2 tersangka tersebut keduanya hari ini dipanggil. Meski demikian hanya (YY) yang hadir.

"Penyidik meminta dilakukan penahanan terhadap YY selama 20 hari kedepan," kata Ketut di kantornya, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (14/11/2019).


Menurutnya,  total kerugian senilai Rp 1,9 miliar dalam kasus ini digunakan (YY)  untuk kepentingan pribadi termasuk untuk WIL.


"Total keruguan Rp 1,9 miliar, sudah dikembalikan Rp 200 juta sama YY. Hasil keterangan, uang untuk beli 3 biji mobil, perbaikan rumah, dan untuk WIL. Rumah sudah kita sita. Mobil sudah dijual duluan," jelasnya


Ketut menambahkan dari hasil pemeriksaan Wanita Idaman Lain (WIL) berinisial (E) diketahui simpanan (YY)  ini pernah ditransfer senilai lebih dari Rp 200 juta oleh tersangka.


"WILnya mengakui, dari keterangan ditransfer Rp 200 juta," tandasnya.


Sementara itu, tersangka lain yang mangkir berinisial (J)  dijadwalkan akan dipanggil ulang pada Senin mendatang. 


"J kalau tidak datang akan kita layangkan panggilan lagi untuk Senin. Kalau tidak ada kita panggil paksa," imbuhnya.


Dijelaskan, tersangka (J) yang kesehariaanya bekerja di sektor swasta ini berperan membantu (YY) dalam pengajuan persyaratan kredit fiktif.


“Untuk mempermudah mempermulus kegiatan kredit fiktif ini ya pakai J ini, sekitar 45 orang yang difiktifkan atau dibantu dari J ke YY ini,” ujarnya sebelumnya. 


Ketut menyebut penyidik kini masih terus mendalami kasus ini.

















tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00