• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Nobar ‘Hanya Manusia’ Bareng Polda Jateng: Polisi Kerja Iklas Figur Pahlwan Masa Kini

9 November
21:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semaraang: Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel bersama jajarannya dan media mengelar nonton bareng film Hanya Manusia di bioskop XXI Paragon Mall, malam Minggu, (9/11/2019)


Kapolda bersama dengan Pangdam IV/ Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi tampak menikmati film besutan sutradara Tepan Kobain tersebut.


Dimintai komentarnya usai melihat film Hanya Manusia, Pangdam IV/ Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi menilai ada pesan khusus yang relevan dimaknai Jelang Hari Pahlwan, 10 November esok dalam film yang berdurasi 91 menit ini. Salah satunya tentang sosok polisi yang memiliki jiwa kepahlwanan dengan mengutamakan kepentingan negara dibanding pribadi.


“Tadi disampaikan ada pesan khusus ya dalam film tadi, bahwa si Anisa itu bapaknya adalah polisi yang mengorbankan jiwanya untuk kepentingan masyarakat. Ini pesan ya bahwa seorang pahlawan itu lebih mementingkan kepentingan negara dari pada pribadi,” katanya.


Kendati demikian, Mayjen M. Effendi menyebut seperti ceritakan dalam film ini bahwa polisi juga manusia yang memiliki perasaan dan emosional.


“Polisi maupun TNI itu juga manusia, jadi punya rasa punya karsa dan punya emosional,” tuturnya.


Kapolda Jateng, Rycko Amelza Dahniel usai nobar mengatakan cerita ini mengambarkan bahwa dalam tugasnya polisi harus mampu melindungi masyarakat meski berbagai permasalahan yang dihadapi.


“Pesan dari film ini menunjukan bahwa polisi juga manusia yang punya latarbelakang, punya masalah pribadi, memerlukan pengakuan dan ketrampilan namun disisi lain juga harus mampu melindungi masyarakat,” kata.

Menurutnya, film ini hanya secuil dari banyaknya kinerja Polri.


“Salah satu tugas dari bareskrim adalah menungkap kasus, tadi kita melihat bagaimana cara mengungkap kasus, tapi ini hanya salah satu contoh yang difilmkan, kan tidak bisa mengungkap kasus dalam waktu 45 menit,” ujarnya.


Kapolda mengatakan figur pahlwan masa kini yakni polisi yang mau berkoban untuk kepentingan warga.


“Figur polisi pahlwan masa kini yang mau kerja iklas, yang mau berkorban untuk kepentingan warga,” ujarnya.


Film yang dibintangi oleh Prisia Nasution sebagi Annisa dan Lian Firman sebagai  tokoh Iptu Aryo.


Sementara itu, dalam film tulisan Rebecca M. Bath, Monty Tiwa dan Putri Hermansjah ini kisah perwira polisi muda, Annisa itu diawali dari tugas barunya di wilayah Jakarta Utara. Annisa terlibat dalam tim yang bertugas memcahkan kasus yang cukup rumit yakni penculikan anak. Tugas perdanya mengungkap kasus penculikan anak ini ternyata mengancam keselamatan adiknya.


Profesionalitas Nisa diuji saat adik perempuannya bernama Dinda tersebut turut menjadi korban penculikan yang melibatkan sindikat besar. Dibawah tekanan masalah pribadi namun berbekal tim yang solid, insting yang kuat, keberanian, dan protap serta SOP yang benar kasus penculikan anak dan pedagangan orang berhasil diungkap.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00