• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Aliansi Buruh Berjuang : Kenaikan UMP 8,51 Persen Tidak Adil Bagi Buruh Jateng

18 October
15:22 2019
1 Votes (4)

KBRN, Semarang :  Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) secara nasional sebesar 8, 51 % menuai penolakan dari asosiasi buruh di Jawa Tengah. Pasalnya UMP di Jawa Tengah dinilai kecil, sehingga jika kenaikan diterapkan secara nasional buruh akan menjadi miskin abadi.

Hal tersebut ditegaskan Kordinator Alinasi Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jawa Tengah, Ahmad Zainudin ketika dikonfirmasi RRI, Jumat (18/10/2019).

Dijelaskan, dari survey kebutuhan hidup layak (KHL) di Jawa Tengah terhitung kecil dibanding daerah lain, sedangkan kenaikan UMP diterapkan secara nasional. Jika hal ini dibiarkan, UMP Jawa Tengah akan terus kecil dibandingkan dari daerah lain.  

“Setelah terbit PP 78 2015 UMP Jawa Tengah akan menjadi terendah selamanya, karena sudah UMP nya kecil sedangkan kenaikannya flat secara nasional. Sehingga Jawa Tengah akan menjadi daerah  miskin abadai,” ujarnya.

Zainudin berpendapat, kenaikan UMP setiap daerah tidak dapat disamakan, melihat pertumbuhan perekonomian masing-masing. Apalagi perekonomian wilayah Jawa Tengah dinilai lebih baik sehingga kenaikan upahnya dapat berbeda dengan daerah lain.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kota diharapkan melakukan terobosan untuk menaikan UMP lebih dari ketetapan nasional, melihat perekonomian Jawa Tengah yang lumayan bagus,” imbuhnya.

Menurutnya, pada Pasal 88 ayat 4 UU 13 Tahun 2003 disebutkan buruh berhak mendapatkan upah yang layak, yakni sesuai dengan KHL. Disatu sisi KHL dapat diketahui dengan survey yang dilakukan dilapangan.

“Kebutuhan hidup layak mencakup sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan yang dapat diketahui melalui survey dilapangan bukan disama ratakan secara nasional,” jelasnya.

  • Tentang Penulis

    Syamsudin

    Tak Perlu Memikirkan Kemana Akan Berlabuh, Pikirkan Saja Jalan Mana Yang Akan Ditempuh

  • Tentang Editor

    Lucky Setiawan

    Menulislah jika ingin diingat,...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00