• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Kehadiran Gojek Mendukung Terwujudnya Kota Semarang Sebagai Smart City

16 October
16:34 2019
0 Votes (0)

KBRN Semarang - Pengamat Transportasi Universitas Diponegoro Semarang Eko Yuli menilai kehadiran ekosistem bisnis seperti halnya Gojek juga turut mendukung terwujudnya agenda kota Semarang sebagai smart city. Hal ini salah satunya bisa dilihat dengan makin familiarnya masyarakat Semarang untuk menggunakan transaksi non tunai dalam aktivitas hariannya.

"Kehadiran teknologi informasi seperti yang kini banyak digunakan masyarakat Semarang untuk mendukung aktivitasnya adalah bagian dari smart city. Sekarang penumpang bus juga sudah menggunakan GoPay sebagai alat pembayaran," jelas Eko Yuli saat menjadi pembicara di sebuah diskusi di Semarang, Rabu (16/10).

Setelah hadir di BRT Trans Semarang, GoPay juga terus konsisten mendukung terwujudnya Semarang smart city dengan menghadirkan manfaat pembayaran nontunai di berbagai sektor lainnya di Kota Semarang. Seperti pariwisata, pajak, UMKM, donasi digital di rumah ibadah, dan inovasi  terbaru  apresiasi kepada 1000 musisi jalanan serta kemudahan pembayaran transaksi non-tunai di 37 puskesmas di Semarang. 

Pembayaran non tunai di berbagai destinasi wisata di Semarang juga terus meningkat. Hingga Bulan Agustus 2019, pembayaran nontunai menggunakan GoPay di Lawang Sewu tumbuh hingga 15 kali lipat. Sementara di sektor layanan publik, transaksi nontunai dengan GoPay untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Semarang mengalami peningkatan hingga 24 kali lipat. Di bulan Ramadhan lalu, Masjid Baiturrahman menerima 1000 donasi digital setiap harinya.

Menjamurnya pelaku usaha kecil sejak Gojek muncul juga mendorong penggunaan transaksi non tunai meningkat tajam. Saat ini, GoPay telah menggandeng 10.000 rekan usaha di Kota Semarang dan lebih dari 50% di antaranya merupakan pelaku UMKM. 

"Penggunaan transaksi non tunai yang biasanya memberikan banyak diskon juga menguntungkan pelaku usaha kecil. Berbagai manfaat jualan melalui seperti ini harus dapat dioptimalkan untuk menaikkan omset pelaku usaha kecil," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang FX Bambang Suranggono.

Kabid Pengendalian dan Penertiban Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan mengatakan, keberadaan taksi dan ojek online membuat trafik di jalanan kota Semarang semakin tinggi. Hal itu tak lepas dari meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan yang terhubung dengan sistem aplikasi seperti Gojek. 

"Transportasi online sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Apalagi ribuan orang sudah menggantungkan sumber kehidupannya dari ekosistem seperti Gojek ini, baik langsung maupun tidak langsung seperti halnya para penjual makanan yang terhubung dengan ojek online," tambah Danang.

Danang berharap pengemudi taksi online juga senantiasa mematuhi peraturan yang ada. Pasalnya dengan bertambahnya jumlah kendaraan di jalan raya, risiko berkendara juga semakin tinggi. Terus membesarnya permintaan konsumen yang melakukan transaksi melalui aplikasi juga akan semakin meningkatkan traffic lalu lintas.

"Untuk keamanan dan kenyamanan dalam berkendara tentunya pengemudi ojek online juga harus semakin tertib berlalu lintas. Makin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kehadiran ojek online akan semakin meningkatkan trafik di jalan raya dan itu juga membuat risiko berkendara ikut naik, tetap waspada untuk keselamatan bersama," tutur Danang memberikan himbauan.(Dars/Tika).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00