• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Ada Tersangka Baru, Kejati Jateng Tahan Mantan Kadinas Peternakan Blora

15 October
20:57 2019
1 Votes (1)

KBRN, Semarang: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah melakukan penahanan terhadap mantan Kepala Dinas Peternakan Blora (WA) atas kasus dugaan pemotongan dana inseminasi dalam program kementrian Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib (Upsus Siwab) di Dinas Peternakan Kabupaten Blora tahun 2017.

Penahanan tersebut terhitung sejak 15 Oktober ini hingga 3 November 2019 atau selama 20 hari di Lembaga Penasyarakatan kelas II Wanita Semarang.

Aspidsus Kejati Jateng, Ketut Sumedana mengatakan penahanan tersebut hasil tindak lanjut pemeriksaan WA selama kurang 5 Jam dengan 30 pertanyaan dari penyidik Kejati Jateng. Dilanjutkan pernyataan sehat tersangka WA usai pemeriksaan oleh Tim Dokter.

"Kasus Blora kita hari ini priksa tersangka WA,  Mantan Kepala Dinas Peternakan Kab. Blora. Ini pemeriksaan ke-2 sebagai tersangka kalau sebelumnya sebagai saksi, katanya kepada awak media usai pemeriksaan di Kantornta, Selasa (15/10/2019)

Menurutnya, penyidik sebelumnya juga melakukan pengembangan penyidikan dengan menetapkan tersangka lain yaitu berinisial (MM) selaku ketua Pokja / sekretaris Dinas Peternakan dan perikanan Kabupaten Blora.

"Sekretaris dinas sejak Senin kemarin 14 Oktober ditetapkan sebagai tersangka, " terangnya. 

Dijelaskan WA bersama MM berperan sebagai inisiator dalam mengumpulkan dan menggunakan dana diluar keperluan program Upsus Siwab.

“Peran mereka mengumpulkan petugas UPT-UPT,  disanalah mereka membicarakan dananya digunakan untuk keperluan lain diluar upsus siwab,” tandasnya.

Menurutnya, dari total Rp 2 milyar dana upsus siwab yang dikucurkan kementrian, senilai Rp 670 Juta diantaranya dikumpulkan untuk keperluan lain diluar program tersebut.

“Dana yang dikumpulkan diluar Upsus Siwab mencapai Rp 670 juta,” ungkapnya.

Ketut menyebut timnya masih diterjunkan untuk mendalami kasus ini. 

"Tim penyidik akan terjun ke Blora untuk memeriksa 70 saksi," jelasnya. 

Sementara, atas kasus tersebut kedua tersangka bakal dijerat dengan Pasal 2,3 dan 5 atau pasal 11 dan 12 Undang-undang tindak korupsi, dengan ancaman hukuman 20 tahun.



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00