• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Masjid Kapal Pesiar Hadir Di Kota Semarang

10 October
15:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Viralnya masjid berbentuk kapal melalui media sosial di Kampus Politeknik Bumi Akpelni menarik perhatian masyarakat. Pasalnya dari luar kampus masjid dengan lebar 9,8 meter dan tinggi 24 meter, terdiri dari 5 lantai tersebut terlihat berbeda dibanding dengan bangunan lainnya.

Wakil Direktur III bidang ketarunaan Politeknik Bumi Akpelni Semarang, Fakhrurrozi ketika ditemui RRI mengatakan, pembangunan masjid di kawasan kampus bertujuan untuk meningkatkan dan membentuk karakter para taruna. Ia menceritakan, pembangunan masjid bermula dari keprihatinan jajaran pengurus Akpelni melihat sekitar seribu taruna tidak memiliki tempat ibadah yang memadai.

“Sebelum adanya masjid ini, para taruna ketika menjalanankan ibadah bergantian di mushola yang terbilang kecil, mengingat taruna Akpelni berjumlah seribu lebih,” imbuhnya, Kamis (10/10/2019).

Dari itu pada bulan Juli 2018 jajaran pengurus mengelar rapat untuk membangun masjid didalam kampus. Mulanya, disepakati bangunan masjid berkubah seperti pada umumnya, namun akhirnya diputuskan  berbentuk kapal sebagai ciri khas sekaligus menjadi tempat laboratorium para taruna.

“Dipilihnya masjid berbentuk kapal pesiar merupakan ciri khas Akpelni sebagai kampus pelayaran. Selain itu, untuk lantai 4 dan 5 digunakan untuk laboratorium taruna,” jelasnya.

Terkait animo masyarakat mengunjungi masjid yang diberi nama Masjid Jami Haji Soenarto tersebut, Fakhrurrozi mempersilahkan untuk mengunjungi. Apalagi sejak diresmikan pada bulan September 2019 ketika adzan berkumandang, warga sekitar turut datang untuk ikut shalat berjamaah.

Namun bagi masyarakat yang ingin datang secara rombongan hanya diperbolehkan pada hari sabtu dan minggu. Dikarenakan, jika dikunjungi pada hari Senin-Jumat dapat mengganggu aktivitas kampus, mengingat terdapat sekitar seribu taruna yang berkuliah.

“Kami mempersilahkan masyarakat jika ingin mengunjungi Masjid Jami Haji Soenarto, terutama pada saat waktu shalat. Namun jika datang secara rombongan untuk berwisata religi hanya dapat dilakukan pada hari sabtu dan minggu. Hal ini karena lokasi Masjid yang berada di dalam kampus dimana terdapat seribu lebih taruna sehingga dapat menganggu kegiatan perkuliahan,” ujarnya.

Untuk diketahui viralnya masjid berbentuk kapal pesiar di Kampus Politeknik Bumi Akpelni mengundang rasa penasaran masyarakat untuk mengunjungi. Masjid yang dibangun dengan biaya sekitar 10 miliar rupiah itu, pendanaannya berasal dari alumni dan sebagian besar dari keluarga Haji Soenarto yang akhirnya diabadikan menjadi nama masjid tersebut.

  • Tentang Penulis

    Syamsudin

    Tak Perlu Memikirkan Kemana Akan Berlabuh, Pikirkan Saja Jalan Mana Yang Akan Ditempuh

  • Tentang Editor

    Lucky Setiawan

    Menulislah jika ingin diingat,...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00