• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Bencana Alam

BI Gandeng ACT Jateng Distribusikan 304 Ribu Liter Air Bersih

25 September
18:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Tengah, dan IPEBI Komisariat Semarang bekerjasama dengan Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng) memberikan bantuan 304 ribu liter air bersih. Bantuan tersebut didistribusikan bertahap untuk 12 Desa di Kabupaten Blora dan 14 Desa di Kabupaten Grobogan.
“Program Bantuan air bersih atau humanity water tank ini adalah wujud dari kepedulian dan tanggung jawab sosial Bank Indonesia sebagai suatu komponen bangsa untuk memecahkan masalah sosial yang dihadapi masyarakat,” ungkap Soekarwardojo selaku Ketua KPwBI Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019).
Soekarwardojo juga menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya menyalurkan 38 truk tanki dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter ke berbagai Desa yang terdampak kekeringan.
Sementara itu ditempat yang sama, Sri Suroto selaku Kepala Wilayah ACT Jateng menyatakan apresiasi kepada berbagai pihak yang sudah memberikan bantuan air bersih.
“Alhamdulillah, kami ucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia, BMPD, dan juga IPEBI yang sudah peduli dan menjadikan ACT sebagai mitra dalam menyalurkan bantuan distribusi air bersih,” tuturnya.
Dikemukakan, selain memberikan bantuan yang sifatnya mendesak atau jangka pendek, ACT memiliki program untuk menjadi solusi kekeringan jangka panjang. Nantinya kerjasama tersebut akan melibatkan instansi maupun lembaga untuk pembiayaan dan pengelolaan sumur wakaf kedepannya.  
“Kita akan mengajak Bank Indonesia sebagai mitra dan juga siapapun untuk bersama membangun Sumur Wakaf Keluarga dan juga Sumur Wakaf Pertanian sebagai solusi mengatasi kekeringan yang setiap tahun melanda berbagai wilayah Jawa Tengah, termasuk Grobogan dan Blora,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan musim kemarau khususnya di Jawa Tengah pada tahun ini diperkirakan lebih panjang dari tahun lalu. Akibat kemarau panjang tahun ini, dari 19 kecamatan di Kabupaten Grobogan, 15 Kecamatan mengalami krisis air bersih. Sementara itu sebanyak 14 Kecamatan di Kabupaten Blora mengalami kekeringan dari total 16 Kecamatan yang ada.

  • Tentang Penulis

    Syamsudin

    Tak Perlu Memikirkan Kemana Akan Berlabuh, Pikirkan Saja Jalan Mana Yang Akan Ditempuh

  • Tentang Editor

    Lucky Setiawan

    Menulislah jika ingin diingat,...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00