• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

SEPUTAR KAMPUS

Kokohkan Profesi Dokter Gigi Indonesia, FKG Unissula Jalin Kerjasama Dengan KDGI

22 September
14:31 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Dalam rangka memperkokoh keberadaan Dokter Gigi Indonesia, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unissula, Sabtu (21/9/2019) melakukan penandatangan MoU dengan Kolegium Dokter Gigi Indonesia (KDGI) di Kampus FKG Unissula, Jl. Kaligawe Semarang.

Penandatanganan Kesepahaman bersama tersebut dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, drg Suryono SH MM PhD dan drg. Eko Priambodo (Ikatan Kedokteran Gigi Estetik Indonesia), drg. I F Suhanto Lesmono, FISID (Ikatan Peminatan Kedokteran Gigi Implan Indonesia), drg. Hilmanda (Ikatan Peminatan Anestesi KG Indonesia), drg. Sri Angky Soekanto, Ph.D (Perhimpunan Biologi Oral Indonesia), serta dengan 
drg. Ketut Triwanto, Sp. Ort (Ikatan Peminatan KG Militer).

"Ini yang pertamakali dilakukan di Indonesia yang bekerjasama dengan peminatan," ucap Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unissula drg. Suryono SH MM PhD kepada wartawan seusai penandatanganan MoU. 

Hal senada dikemukakan pula oleh Ketua Perhimpunan Biologi Oral Indonesia (PBOI) yang juga Ketua Kolegium Dokter Gigi Indonesia (KDGI) drg. Sri Angky Soekanto, Ph.D.

"Ini adalah yang pertama di KDGI dengan Institut Pendidikan Dokter Gigi. Kita memang akan menyelenggarakan suatu kegiatan ilmiah terstruktur dimana ini adalah untuk penguatan profesi dokter gigi di Indonesia," tuturnya.

Lebih lanjut Sri Angky Soekanto menjelaskan, dibawah
Kolegium Dokter Gigi Indonesia (KDGI) ada 11 Ikatan Peminatan diantaranya Ikatan Kedokteran Gigi Estetik (IKGEI), Ikatan Peminatan Kedokteran Gigi Implan Indonesia (IPKGII), Ikatan Peminatan Anestesi KG Indonesia (Ipakgi), Perhimpunan Biologi Oral Indonesia (PBOI) dan Ikatan Peminatan KG Militer (Ipadokgimil).

"Ikatan ini sebetulnya interdisiplin. Karena interdisiplin, sehingga semua dokter gigi bisa masuk di interdisiplin ini. Kita mempunyai ikatan peminatan ini dimana dengan para pakarnya itu nanti kita akan membuat suatu kegiatan ilmiah terstruktur bagi para dokter gigi yang memang mau mengikuti. Sehingga mereka kedepannya akan menjadi dokter gigi yang tangguh," ungkap drg. Sri Angky Soekanto.

"Dan bagi mereka yang mungkin tidak mengikuti pendidikan spesialis tetapi mereka tetap ada kesempatan untuk lebih memperkuat profesi dokter giginya," imbuhnya.

Menurut Sri Angky hal tersebut perlu dilakukan dalam rangka untuk memperkuat dokter gigi kedepannya, sehingga kita tidak akan khawatir dengan kehadiran dokter gigi dari negara asing. Jadi dokter gigi kita harus kuat sehingga akan mampu bersaing dengan dokter gigi asing, karena menurutnya sudah pasti nanti akan ada dokter gigi dari negara asing praktek di Indonesia.

"Itu adalah salah satu tujuannya, sehingga tidak hanya seminar seminar kecil, tetapi harus betul-betul training khusus, sehingga bisa implan, bisa melakukan tindakan estetik dan lain-lain," ucapnya.

"Jadi nanti ada lembaga di bawah kolegium dokter gigi ini, karena kitakan pengampu keilmuannya untuk kedokteran gigi," pungkas drg. Sri Angky Soekanto. (Don).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00