• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Data LPS : 99 Bank di Indonesia Bermasalah

17 September
20:48 2019
0 Votes (0)


KBRN Semarang : Berdasarkan data yang dihimpun  Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 99 perbankan di Indonesia bermasalah, 8 Bank diantaranya ada di Jawa Tengah. 
Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Muhamad Yusron dalam pemaparan Temu Media Lembaga Penjamin Simpanan, Selasa, (17/9/2019) mengatakan 99 perbankan tersebut meliputi 1 perbankan umum, 98 Bank Perkreditan Rakyat. Penyebaran Bank Pekreditan Rakyat sebanyak 34 berada di Jawa Barat, 8 di Jawa Tengah, 16 berada di Sumatera Barat.

" Sejauh ini LPS sudah membayar tunggakan, namun masih terdapat uang  simpanan yang belum terbayar sebanyak 74 persen.  Disebabkan perbankan yang bermasalah dicabut ijinnya, Penggurus melakukan kejahatan perbankan," katanya.

Menurutnya penyebab bank dicabut usahanya lantaran praktek dari penggurus bank tidak fluden, kurang fluden dari sisi pengelolaannya, ada beberapa kasus kejahatan pengelolaannya dilakukan oleh penggurus atau pegawai bank.

" Total simpanan bank yang ditutup layak bayar secara nasional sebesar Rp, 1,4 Triliun milik sekitar 250.000 rekening. Perbankan ditutup juga disebabkan melebihi suku bunga LPS sekitar 74 persen, nasabah mempunyai kredit macet dan uang nasabah tidak masuk dalam pembukuan perbankan" tambah Yusron.

LPS selain menjamin simpanan nasabah juga turut aktif menjaga stabilitas perbankan di tanah air. Beberapa hal yang dilakukan dalam rangka menekan permasalahan di perbankan diantaranya dengan melakukan edukasi, dengan  memasang pengumuman di berbagi bank, meminta perbankan untuk menyertakan lembaga penjamin simpanan, dan melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan diantaranya masyarakat 

" Melakukan sosialisasi ke masyarakat langsung akan kami lakukan seperti Minggu depan melakukan CFD di Semarang, melakukan sosialisasi dengan teman teman media, Undip dan peserta berbagai macam sosialisasi ke masyarakat langsung sosialisasi, kemudian iklan media cetak, on line kemudian TV juga kita lakukan," terangnya.(Dars/Lucky S.)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00