• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Babak Kualifikasi PON Sepatu Roda JatengLoloskan 10 Roller ke PON 2020

17 September
10:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Tim Sepatu Roda Jateng meloloskan 10 atlet andalannya ke PON Tahun 2020 mendatang setelah menyabet 2 emas, 2 perak dan 4 perunggu, di nomor-nomor bergengsi dalam Babak Kualifikasi PON yang berlangsung di Arena Sport Centre Bekasi, Selasa - Minggu (10 - 15/9).

Atlet andalan Jateng, Rizki Adyan Prasasti merebut emas untuk nomor bergengsi Sprint 500 m Putri. Satu emas lagi disabet Team Time Trial 10.000 m Putra dengan roller Zulfikar, Viero, Surya, dan Dava. Dari nomor lainnya, Rizki Adyan Prasasti juga merebut perak ketika tampil di nomor ITT 500 meter Putri. Satu perak lagi, direbut Dharma Adyan Pinanditho di Nomor ITT 100 m Putra.

Tim Pra Pon Jateng juga membawa pulang 4 perunggu, masing-masing diraih Yosua Samolala Buaya nomor Sprint 500 m putra, Abigail Guinevere Puteri Nimas Ayu Sprint 1000 putri, Mochamad Zulfikar PTP 10.000 m putra, Riski Adyan Prasasti Marathon 42 km putri.

Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Porserosi) Jawa Tengah H Sukirman menyambut gembira, hasil yang diraih tim-nya.

Pihaknya bangga dengan prestasi yang diraih para atletnya..

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras para atlet. Mereka luar biasa, Ini baru permulaan, karena pertarungan yang sesungguhnya di PON nanti. Hasil ini akan menjadi semangat para atlet berjuang meraih prestasi tertinggi medali emas,” tegasnya di arena Sport Centre OSO Bekasi, Sabtu (19/9).

Menurut penjelasan Sukirman, Tim Pra Pon Sepatu Roda ini dilatih oleh Pelatih Kepala Muhamad Arif Rahman, peraih Emas PON Kaltim 2008. Arif didampingi asisten pelatih yang juga legenda nasional, Peraih Medali Emas Sea Games Tahun 2011, Alan Candra dan Ajeng Anindiya. Pihaknya menyampaikan terima kasih atas kerja keras pala pelatih.

“Para pelatih luar biasa dalam bekerja di tengah keterbatasan. Menurut mereka latihan para atlet menjadi berkurang menjelang digelarnya Pra PON di Bekasi ini. Penyebabnya pemugaran lapangan sepatu roda di Jatidiri Semarang,” tandasnya.

Sukirman menyesalkan renovasi lapangan sepatu roda dari Dinas Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah yang planning waktunya nggak pas.

“Kami memang tidak diajak bicara. Dalam rapat di DPRD saya sempat protes kepada Pak Sekda. Tetapi sudah terlanjur. Saya sudah meminta supaya Pemprov segera menyelesaikan pembangunannya akhir tahun ini. Semoga saja cepat selesai dan hasil pembangunannya sesuai dengan yang dibutuhkan para atlet,” tegas Sukirman, yang juga Wakil Ketua DPRD Jateng ini. Jadi selama proses pembangunan menjelang Babak Kualifikasi PON ini, imbuhnya, para atlet latihan di Jalan Raya di Semarang, persisnya di Banjirkanal Timur dan Barat itu.

“Memang sempat saya bawa untuk latihan di Bekasi ini selama 10 hari. Tetapi tentu terbatas dibandingkan dengan latihan di rumah sendiri. Jika program latihan ini tidak terkendala, saya optimis hasilnya akan lebih baik,” tandasnya. Pasca-Babak Kualifikasi PON ini, Sekretaris Umum Porserosi Erlangga Ardianza Wibowo menambahkan akan segera melakukan evaluasi sekaligus menyelenggarakan pemusatan latihan daerah (Pelatda) untuk menghadapi PON 2020. “Selain itu pihaknya akan memanfaatkan kebijakan KONI Jateng untuk terus mengikuti kejuaraan bergengsi di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti di Italia dan Colombia, kata Erlangga, peraih medali Emas Sea Games Tahun 2011 ini. Sepuluh atlet ini akan digenjot menghadapi PON 2020 untuk memperebutkan medali di nomor Individu ITT 500 meter, Sprint 500 m, Sprint 1000 m, PTP 10000m, Eliminasi 15000. Di nomor beregu TTT 10000 m, dan Relay 3000 m, serta Marathon 42 km.

“Semua nomor itu masih tergantung tuan rumah PON nantinya, yang rencananya di Papua,” pungkasnya.(Ah)

  • Tentang Penulis

    agus heriyanto

    Peluang tidak datang sewaktu-waktu, Anda yang menciptakannya." Semangat Tanpa Henti untuk RRI

  • Tentang Editor

    agus heriyanto

    Peluang tidak datang sewaktu-waktu, Anda yang menciptakannya." Semangat Tanpa Henti untuk RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00