• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pemkot Semarang Diminta Segera Buat Perwal Sekolah Ramah Anak

16 September
18:10 2019
0 Votes (0)


KBRN, Semarang : Untuk menuju kota layak anak utama, Kota Semarang diminta dapat memperbaiki sejumlah indikator yang dinilai kurang dalam penilaian Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) RI. Salah satunya yakni dari dunia pendidikan.

Tim supervisi penilaian Kota Layak Anak dari KPPA RI, Selasa (16/09/2019) telah melakukan peninjauan di beberapa sektor yang menjadi indikator penilaian Kota Layak Anak di Kota Semarang.

Sejumlah fasilitas publik ramah anak dikunjungi seperti Kelurahan, kantor PPT Seruni, Puskesmas Lebdosari, Rumah Duta Revolusi Mental, Taman Bumirejo Pudak Payung sampai di SMP 33.

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreatifitas dan Budaya KPPA Elvi Hendrani saat di temui di SMP 33 Semarang mengatakan sejumlah fasilitas publik di Kota Semarang saat ini sudah mendekati 24 indikator kota layak anak.

“ Tidak heran jika Kota Semarang menyandang Kota Layak Anak kategori Nindya, sehingga besar harapannya agar dapat ditingkatkan menjadi Kategori Utama. Semarang sudah mendekati Utama, memang kemarin kurang memenuhi beberapa syarat indikator,”sebutnya kepada awak media.

Salah satu masukan yang diberikan yakni tentang sektor pendidikan. Sehingga kedatangannya ke SMP 33 Semarang ini diharpkan dapat diimbangi dengan SMP lain. Hal itu karena untuk Kota Layak Anak, minimal 50 persen skeolahnya sudah ramah anak dan dilindungi Perwal.

“ Saya kemari juga dalam rangka mengingatkan dan menagih Pak Wali, gimana soal perwal dan keseriusannya agar 50 persen lebih sekolah ramah anak. Ini sudah dimulai di SMP 33 Semarang mereka punya agen perubahan. Bagus bisa dikembangkan di sekolah-sekolah lain,” tandas Elvi.

Program KLA ini disebutkannya membutuhkan komitmen dari pemda setempat, karena ada beberapa indikator yang saling berhubungan. Salah satunya sekolah ramah anak sehingga sangat tepat jika program sekolah menjadi rumah kedua bagi anak yang dicanangkan Wali Kota Semarang.

“ Kita ketahui jika anak selama 8 jam berada di Sekolah untuk belajar dan bermain. Nah kenyataannya tidak sedikit masa depan anak hilang di Sekolah karena kelalaian dalam pengawasan. Kita sebagai orang tua juga kadang lupa menanyakan soal kabar disekolah, system pendidikan sampai apakah anak merasa nyaman disekolah,”tandasnya.

Sementara itu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan siap memfasilitasi pembuatan Peraturan Wali Kota (Perwal) untuk mendukung Semarang meraih prestasi Kota Layak Anak. Kordinasi dan sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah juga sudah dilakukan demi menigkatkan penilaian dari Kementerian PPA.

“ Ini soal administrasi saja (Sekolah Ramah Anak). Kalau itu saya targetkan sebulan bisa jadi Perwalnya. Nah saya tanya pak Didik (Kepsek SMP 33) kalau dalam penerapannya hanya membutuhkan kordinasi lintas OPD sampai kesungguhan kepsek saja,”imbuh Wali Kota.

Disisi lain menurut Kepala Sekolah SMP 33 Semarang Didik Teguh Prihanto tidak hanya membuat sisyem pendidikan yang nyaman buat anak saja, pihaknya juga berupaya membuat sekolah yang lebih ramah lingkungan agar anak didik seperti merasakan dirumah.

“Harapannya system ini dapat menjadi standar pengembangan dan pembangunan di sekolah kota Semarang agar menjadi kota layak anak,” kata Didik.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00