• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Bisnis Kopi Cukup Menjanjikan, PTPN 9 Dorong Masyarakat untuk Mengembangkannya

24 August
23:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Kita perlu mempersiapkan industri kopi lebih terstruktur, dan lebih bagus dalam pengelolaan kedai kopinya, sehingga para penggemar kopi akan terus meningkat. Dengan demikian industri kopi di Indonesia juga akan terus berkembang.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT. Perkebunan Nusantara IX (PTPN 9) Iryanto Hutagaol, saat menjadi narasumber Coffee Talk Banaran Coffe Festival (BCF) 2019, yang berlangsung di Kampoeng Kopi Banaran, Kecamatan Bawen. Kabupaten Semarang, Sabtu (24/8/2019)

Dijelaskan pula, bahwa Kampoeng Kopi Banaran saat ini telah mempunyai petani sendiri dan  kebun kopi sendiri, serta mampu memprosesing kopi sendiri. Semua itu dilakukan agar masyarakat bisa belajar bersama-sama begaimana memajukan industri kopi di tanah air.

“Jadi mudah-mudahan dari sini kita bisa terus berkumpul untuk sharing pengetahuan tentang kopi, dan semoga semakin besar pula wawasan para pecinta kopi. Itu tujuan kita,” tutur Iryanto. 

Berkait dengan semakin menjamurnya kalangan muda yang menggeluti kedai kopi sebagai bisnynya, menurut Iryanto itu merupakan lifestyle atau gaya hidup.

Lebih jauh Iryanto menjelaskan, bahwa perkembangan kopi di Indonesia menurut sejarah ditanam pertama kali di Pulau Jawa, yaitu sekitar abad ke 17. Ini artinya kopi sudah dikenal betul di kalangan bangsa kita.

"Di seluruh dunia saat ini dikenal ada 40 kopi original dari Indonesia, seperti kopi Gayo, Kopi Toraja, Kopi Mandailing, dan kopi Aceh,” tuturnya.

Lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi melalui penjualan di Kedai-kedai kopi itu kurang lebih mencapai 7 %, atau di atas pertumbuhan ekonomi. Artinya  kopi ini benar-benar menggeliat sedemikian rupa, sehingga ada peluang yang cukup besar untuk terus dikembangkan. 

“Kalau kita lihat produksi kita rata-rata 600 ribu ton setiap tahun, atau 600 juta Kilo Gram. Jadi bisnis kita itu ada Rp 30 triliun. Itu baru dari kopi saja, belum dari penjualan kopi perbotol atau pergelas. Artinya kita sudah perlu secara bersama-sama membangun komunitas yang terstruktur sebagai pemain ekonomi yang besar,” ungkapnya.

"Kami kebetulan adalah penanam kopi dengan lahan 1000 hektar. Kami punya kopi Robusta Arabika, kami menanm sendiri kopinya, kami memproses sendiri, kami yang memanennya, kami juga menjual di kedai kopi kami sendiri. Jadi kami menawarkan konsep bahwa kopi kami ini adalah Kopi Original Banaran,” jelasnya.

Diungkapkan pula, bahwa PTPN IX tidak ingin maju sendiri dalam mengembangkan kopi, melainkan ingin maju bersama masyarakat. Untuk itu ia berharap para pemilik kedai kopi masing-masing agar memiliki konsep dalam berbisnis kopi.

"Jadi kami ingin ikut bersama-sama membawa masyarakat aktif di bidang bisnis kami. Salah satunya adalah dalam perdagangan kopi atau kedai kopi. Tapi tentunya yang tidak kalah pentingnya adalah kami ingin hadir membantu para petani. Seperti dalam takeland BUMN Hadir Untuk Negeri,” Pungkas Iryanto Hutagaol yang disambut tepuk riuh oleh para peserta festival dan para pengunjung.

Sementara itu Narasumber yang lain Drs. Sadiman Al Qundarto, yang adalah seoarang penyuluh pertanian dan Ketahanan Pangan, mengaku sangat tertarik ketika diundang menjadi narasumber di Banaran Coffe Festival (BCF) 2019 ini. Karena menurutnya para pecinta kopi sekarang sebagian besar justru dari kalangan anak muda yang cukup agresif seperti di Banaran Cofee Festival ini.

"Saya sangat tertarik sekali di acara ini karena pecinta kopi ini umumnya generasi muda. Ini berarti kopi menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk lapangan pekerjaan. Dan apabila ini dikembangkan tentu akan bisa menyerap tenaga kerja yang luar biasa,” ungkapnya.

Apalagi menurutnya dari hasil kesepakatan dunia pada tahun 1995, bahwa Indonesia juga ikut pasar bebas. Ini merupakan peluang pasar yang luar biasa, karena pada umumnya orang asing itu suka minum kopi.

Untuk itu Sadiman berharap, semua anggota komunitas pecinta kopi harus bekerja sama untuk saling memberikan informasi agar pasarnya semakin luas. Karena menurutnya, sukses itu tidak bisa diraih sendirian.

“Jadi sukses itu tidak bisa sendirian, melainkan butuh orang lain untuk mengantarkannya,” pungkasnya Sadiman Al Kundarto.

Banaran Coffee Festival yang diikuti 47 kedai kopi dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta tersebut akan berlangsung hingga Minggu (25/8). (Don).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00