• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Terkait Kerusuhan Papua, Mahfud MD Tegaskan Persatuan

22 August
17:34 2019
0 Votes (0)

 

KBRN, Semarang : Anggota Dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Profesor Mahfud MD meminta seluruh pihak untuk bersikap dewasa dalam menyikapi kerusuhan di Manokwari, Papua dan daerah lainnya.

 

“Kita bersaudara, kita punya Indonesia karena bersatu, kalau sampai terpecah semua rugi,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) bertajuk Pendidikan Bangsa dalam Menyiapkan SDM Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Museum Ronggowarsito Semarang, Kamis (22/8/19).

 

Menurutnya, tidak ada keuntungan bagi Indonesia jika Papua dan daerah lainnya terjadi perpecahan. sehingga sudah saatnya semua pihak untuk menurunkan ego dan kembali bersatu demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

"Kalau Indonesia terpecah, tidak ada yang diuntungkan, Indonesia rugi, Papua rugi. Oleh sebab itu ambil keuntungan dan kebaikan bersama, akhiri panas di hati, bersatu sesama anak bangsa," tegas mantan ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

 

Ia pun meminta semua pihak melihat keuntungan dan kebaikan bersama bagi Indonesia kedepan. Mahfud juga melihat saat ini jajaran pemerintah, tokoh adat telah duduk bersama untuk mencapai kerukunan.

 

"Kita segera akhiri rasa panas, dihari kemudian segera bersatu kembali sebagai saudara sebagai sesama anak bangsa," pintanya.

 

Mahfud menilai kerusuhan di Papua dan daerah lainnya karena kesalahpahaman, tidak menyingung hal yang prinsip atau serius. Selain itu, kerusuhan bermula dari sekelompok kecil masyarakat sehingga tidak perlu meluas sehingga merugikan masyarakat.

  • Tentang Penulis

    Syamsudin

    Tak Perlu Memikirkan Kemana Akan Berlabuh, Pikirkan Saja Jalan Mana Yang Akan Ditempuh

  • Tentang Editor

    agus heriyanto

    Peluang tidak datang sewaktu-waktu, Anda yang menciptakannya." Semangat Tanpa Henti untuk RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00