• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kadinas ESDM Jateng : Pencuri Tambang Kita Gebug

15 August
18:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah sosialisasikan kesadaran mengurus izin tambang untuk menekan pencurian hasil tambang. Hal ini mengingat masih banyak pencurian hasil tambang di wilayah Jawa Tengah yang dilakukan secara sporadis terutama diwilayah pembangunan industry.

“Model pembinaan terhadap para penambang legal atau berizin di Provinsi Jawa Tengah dilakukan dengan cara memberikan penilaian yang memiliki tolok ukur. Dalam hal ini Dinas ESDM provinsi jawa tengah memberikan penyuluhan untuk mengarahkan dan membenahi system penambangan yang ada,” kata Kepada ESDM Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto, ketika ditemui dalam acara penyerahan hasil lomba manajemen penambangan se Jawa Tengah di Semarang, Kamis (15/08/2019).

Menurutnya, upaya ini sebagai salah satu menekan angka pencurian hasil tambang di Jawa Tengah, mengingat masih banyak prakter pencurian tersebut. Hal ini terlihat dari banyaknya barang bukti yang disita seperti 4 Beghu  dari lokasi tambang illegal.

“ Yang tidak ada ijinnya itu pencuri, bukan penambang illegal mereka beroperasinya sporadis hari ini ditutup besok ada lagi sering hilang dan besoknya muncul lagi. Mereka itu pencuri yang patut digebug, mereka banyak berada di wilayah pembangunan proyek industry untuk pengurugan misalnya.

Adapun titik lokasi rawan tambang illegal kebanyakan berada di wilayah pembangunan industry, seperti Kendal, Batang, Pemalang, selanjutnya untuk tambang pasir seperti di Wonosobo, Klaten Boyolali, Kab. Magelang, dan Banjarnegara.  Sedangkan untuk pertambangan legal atau berijin ada sekitar 267 titik terebar di Jawa Tengah.

“ Kita ingatkan proyek yang mau menerima hanya karena untung besar itu kitaa hentikan  jadi kalau nerima ya dari tambang legal saja. Sebenarnya para pembeli ini juga kena tipu sama oknum pencuri itu. Saya himbau juga merek atidak gunakan hasil dari pencuri itu, penadah nanti jadinya,”tegasnya.

Sementara itu, salah satu peserta yang mendapat penghargaan GMP dari Dinas ESDM yakni PT Semen Gresik yang dinilai mampu menerapkan prosedur penambangan sesuai aturan UU.

PT Semen Gresik Pabrik Rembang ditetapkan sebagai perusahaan pertambangan terbaik di Jawa Tengah dan berhak atas Juara 1 penghargaan Good Mining Practice (GMP) tahun 2019.

Disebutkan Direktur Operasional Semen Gresik, Joko Sulistyanto sebagai BUMN milik pemerintah, pihaknya ingin memberikan contoh yang baik bagi penambang lain. Pengurusan izin dan prosedur penambangan harus sesuai aturan yang ada.

“ Menurut kami penghargaan ini bukan satu-satunya namun lebih pada dalam melakukan proses bisnin lebih bermanfaat. Menambah sesuai prosedur legalitas yang ada, kami sebagai penambang selalu mengikuti legalitas yang ditentukan agar menambang lebih baik tidak kalah penting adalah keselamatan, kesehatan dan lingkungan,”imbuhnya.

Lebih lanjut Joko menyebutkan jika pengurusan izin di Dinas tidak sulit selama syarat-syarat dipenuhi, setiap penambang yang akan mengurus izin mesti meneyrtakan izin amdal sampai membuat sabuk hijau. Selain ingin mengoptimalkan hasil penambangan, dari sisi lingkungan juga tidak sampai merusak kawasan penambangan.

  • Tentang Penulis

    Lucky Setiawan

    Menulislah jika ingin diingat,...

  • Tentang Editor

    agus heriyanto

    Peluang tidak datang sewaktu-waktu, Anda yang menciptakannya." Semangat Tanpa Henti untuk RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00