• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum dan Kriminal

Korban Perkosaan Dengan Terdakwa Oknum Notaris Terus Tuai Dukungan

8 August
13:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Korban dugaan pemerkosaan asal Semarang berinisial S oleh ayah tirinya I Nyoman Adi Rimbawan, (45) yang juga berprofesi sebagai notaris asal Denpasar, Bali terus mendapatkan empati dari masyarakat. Setelah sebelumnya Karangtaruna Kartini Semarang, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melakukan pendampingan, kali ini LRC-KJHAM (Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia) turut mengawal proses peradilan di Pengadilan Negeri Semarang, kemarin. 

Kepala Divisi Bantuan Hukum pada LRC-KJHAM, Nihayatul Mukaromah, meminta pegadilan bisa memutus vonis selama 20 tahun penjara kepada pelaku apabila nantinya terbukti dipersidangan. Menurutnya, perbuatan tersangka tergolong sadis mengingat korban juga merupakan anak tirinya. 

“Melihat ancamannya memang berat ditambah sepertiga karena pelaku merupakan orangtuanya sendiri sehingga layak menjadi 20 tahun penjara. Atas kasus ini, kami juga akan melakukan audiensi ke Kejati Jateng agar menuntut seberat-beratnya kepada pelaku, dengan demikian tuntutannya jangan hanya 20 tahun penjara saja,” kata Nihayatul Mukaromah, kepada awak media yang hadir memantau persidangan.

Selain itu, Nihayatul juga berharap Kejati Jateng dan majelis hakim bisa mengimplementasikan Undang-Undang nomor 16 tahun 2017, yakni berupa hukuman kebiri. Untuk itu, ia berharap, melalui kasus ini bisa menjadi tonggak pertama kali penerapan hukuman kebiri tersebut. 

“Nantinya kalau vonis diluar dari harapan maupun seberat-beratnya, kami akan mendesak Kejati Jateng untuk kembali melakukan upaya hukum,” tandasnya.
Di tempat yang sama Ketua Karangtaruna Kartini Kota Semarang, Okky Andaniswari, mengatakan sejak awal persidangan selalu menurunkan tim untuk memantau proses sidang. 

“Kami ingin memberi bantuan moril kepada korban agar tetap tegar selama proses persidangan, selain itu kami berharap agara majelis hakim menerapkan hukuman seberat beratnya kepada pelaku berupa dikebiri atau dipasang cip,” imbuhnya.

  • Tentang Penulis

    Syamsudin

    Tak Perlu Memikirkan Kemana Akan Berlabuh, Pikirkan Saja Jalan Mana Yang Akan Ditempuh

  • Tentang Editor

    Admin Semarang

    System Admin RRI Semarang

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00